Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Perang Gak Habis-Habis, Rusia Rekrut Lagi Banyak Tentara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Pertahanan Rusia tampaknya sedang meningkatkan upaya dalam merekrut lebih banyak orang untuk berperang di Ukraina. Hal itu ditunjukkan melalui peluncuran kampanye iklan dengan menarik seberapa 'jantan' masyarakat Rusia untuk berpartisipasi dalam perang.
Melansir CNBC International, Rusia terus merekrut ratusan ribu pasukan baru dengan menggaungkan promosi angkatan bersenjata Rusia. Hal itu terlihat melalui iklan yang sudah memenuhi situs media sosial Rusia, papan reklame, dan TV dalam beberapa hari terakhir.
Slogan yang dipromosikan seperti "Kamu pria sejati. Jadilah satu" dan "kehidupan seorang pria adalah pilihan".
Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa iklan yang diluncurkannya itu akan menarik bagi 'pria sejati' untuk bergabung. Selain itu, Rusia juga menjanjikan gaji tinggi, jaminan sosial seperti bantuan perumahan, dan masa depan yang aman bagi keluarga mereka yang ikut berperang.
"Iklan baru ini menarik kebanggaan maskulin calon calon, menarik bagi 'pria sejati', serta menyoroti keuntungan finansial dari bergabung," ujar Kementerian Pertahanan Rusia melalui akun resmi Twitter-nya, dikutip dari CNBC International, Senin (24/4/2023).
Dorongan perekrutan publik itu diadakan bertepatan dengan Rusia dan Ukraina yang bersiap untuk meningkatkan kecepatan pertempuran. Selain itu, Kyiv diperkirakan akan segera melancarkan serangan balasan.
Sampai saat ini perang Rusia-Ukraina terhitung memasuki tahun kedua dengan sedikit tanda kekalahan atau kemenangan besar bagi kedua belah pihak. Hal itu terlihat ketika Rusia mencoba untuk mengkonsolidasikan cengkeramannya di empat wilayah di timur dan selatan yang dinyatakan "dicaplok" tahun lalu dan ketika Ukraina mencoba untuk mendapatkan kembali tanah yang hilang.
Rusia dinilai berusaha mati-matian untuk menghindari wajib militer yang lebih dipaksakan. Sebuah mobilisasi parsial yang diumumkan September lalu mendorong ribuan pria Rusia untuk meninggalkan negara itu karena mereka ingin menghindari wajib militer.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun