Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Perang Gak Habis-Habis, Rusia Rekrut Lagi Banyak Tentara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Pertahanan Rusia tampaknya sedang meningkatkan upaya dalam merekrut lebih banyak orang untuk berperang di Ukraina. Hal itu ditunjukkan melalui peluncuran kampanye iklan dengan menarik seberapa 'jantan' masyarakat Rusia untuk berpartisipasi dalam perang.
Melansir CNBC International, Rusia terus merekrut ratusan ribu pasukan baru dengan menggaungkan promosi angkatan bersenjata Rusia. Hal itu terlihat melalui iklan yang sudah memenuhi situs media sosial Rusia, papan reklame, dan TV dalam beberapa hari terakhir.
Slogan yang dipromosikan seperti "Kamu pria sejati. Jadilah satu" dan "kehidupan seorang pria adalah pilihan".
Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa iklan yang diluncurkannya itu akan menarik bagi 'pria sejati' untuk bergabung. Selain itu, Rusia juga menjanjikan gaji tinggi, jaminan sosial seperti bantuan perumahan, dan masa depan yang aman bagi keluarga mereka yang ikut berperang.
"Iklan baru ini menarik kebanggaan maskulin calon calon, menarik bagi 'pria sejati', serta menyoroti keuntungan finansial dari bergabung," ujar Kementerian Pertahanan Rusia melalui akun resmi Twitter-nya, dikutip dari CNBC International, Senin (24/4/2023).
Dorongan perekrutan publik itu diadakan bertepatan dengan Rusia dan Ukraina yang bersiap untuk meningkatkan kecepatan pertempuran. Selain itu, Kyiv diperkirakan akan segera melancarkan serangan balasan.
Sampai saat ini perang Rusia-Ukraina terhitung memasuki tahun kedua dengan sedikit tanda kekalahan atau kemenangan besar bagi kedua belah pihak. Hal itu terlihat ketika Rusia mencoba untuk mengkonsolidasikan cengkeramannya di empat wilayah di timur dan selatan yang dinyatakan "dicaplok" tahun lalu dan ketika Ukraina mencoba untuk mendapatkan kembali tanah yang hilang.
Rusia dinilai berusaha mati-matian untuk menghindari wajib militer yang lebih dipaksakan. Sebuah mobilisasi parsial yang diumumkan September lalu mendorong ribuan pria Rusia untuk meninggalkan negara itu karena mereka ingin menghindari wajib militer.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan