Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Ibu-ibu PKK Menari Janger Belajar dari YouTube, Ibu DPRD Ikut Serta
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ibu PKK Banjar Tengkulak Kelod, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, ngayah menari janger di pura. Mereka lihai menari berkat belajar dari YouTube.
Desak Putu Tirta yang merupakan tokoh Tengkulak yang juga Anggota DPRD Kabupaten Gianyar mengaku ibu-ibu PKK ikut serta berusaha mempertahankan seni dan budaya di Gianyar.
“Secara Niskala kami berbahagia bisa ngayah meskipun banyak kesibukan, karena bisa berekspresi dan bertemu sesama,” ujarnya.
Peserta ibu-ibu PKK yang hadir mencapai 45 orang dengan tarian Sekar Jagat, tari Cenderawasih dan Janger. Meski baru berlatih 15 hari, namun mereka lihai menari sejumlah tarian.
Mengenai pelatihan selama ini dilatih oleh pelatih dari desa Mas. Namun, beberapa tari, disimak dari YouTube. “Kami juga latihan lihat di YouTube,” ujarnya.
Untuk latihan janger berlatih 15 hari. “Lebih banyak latihan di YouTube lihat di HP,” ungkap penghobi nari itu.
Sebagai dewan, dia menyelingi agar bisa ngayah. “Semoga dapat kerahajengan dan kerahayuan,” ungkapnya.
Dia berharap, sebagai perempuan, semuanya bisa mempertahankan dan melestarikan seni serta budaya. “Sebab banyak kegiatan, ada piodalan di Samuan Tiga, mudah-mudahan bisa ngayah,” jelasnya.
Srikandi PDIP juga memfasilitasi bansos pakaian janger yang telah cair pada 2022. “Agar kesenian ini terus berkesinambungan,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5560 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3486 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2343 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan