Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Penjelasan BMKG Soal Curah Hujan Tak Menentu di Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Putu Agus Dedy Permana, Sabtu,(29/4/2023) di Kuta, Badung menjelaskan cuaca di Bali terjadi curah hujan yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir.
Ia mengatakan beberapa faktor penyebab terjadinya hujan mulai dari terjadinya labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif skala lokal yang terdapat di wilayah Bali.
Dikatakan suhu muka laut di sekitar wilayah Bali umumnya berkisar antara 28 - 30°C., Faktor suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air) di wilayah Bali serta faktor massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 200 mb (12.000 meter).
"Kondisi ini masih tergolong normal," jelasnya.
Dirinya memperkirakan, Kondisi hujan kemungkinan akan terjadi hingga 3 hari ke depan.
Permana menghimbau, agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir.
"Masyarakat umum, Nelayan dan Pelaku Kegiatan Wisata Bahari mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan selatan Bali.Agar selalu memperhatikan Informasi BMKG khususnya peringatan dini cuaca atau iklim ekstrem," imbaunya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 350 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 302 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 225 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun