Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
AS Bikin Kedutaan Super Mewah di Tengah Krisis Parah Lebanon
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah kompleks kedutaan besar baru Amerika Serikat (AS) di Lebanon menuai kontroversi karena ukurannya yang besar dan mewah, sementara 80 persen populasi di negara itu berada di bawah garis kemiskinan.
Terletak sekitar 13 kilometer atau 8 mil dari pusat kota Beirut, kompleks kedutaan baru AS di Lebanon tersebut tampak seperti kota tersendiri.
Kompleks itu terbentang di atas lahan seluas 43 hektar di pinggiran Beirut di Awkar. Ukurannya hampir dua setengah kali tanah Gedung Putih dan lebih dari 21 lapangan sepak bola.
Melansir CNN, Jumat (12/5,) banyak orang Lebanon di Twitter kemudian mempertanyakan alasan AS membutuhkan kedutaan besar di ibu kota mereka, padahal Lebanon lebih kecil dari Connecticut dan memiliki populasi hanya enam juta.
"Apakah AS pindah ke Lebanon?" tulis Sandy, seorang aktivis media sosial.
"Mungkin Anda akan memiliki cukup ruang untuk mengerjakan semua aplikasi visa yang tertunda itu," cuit Abed A. Ayoub, direktur eksekutif nasional Komite Anti-Diskriminasi Amerika-Arab, menanggapi kemegahan kompleks baru tersebut.
Gambar yang dihasilkan komputer yang diterbitkan oleh kedutaan menunjukkan kompleks kedutaan AS itu terdiri atas gedung-gedung bertingkat dengan jendela kaca tinggi, area rekreasi, dan kolam renang yang dikelilingi tanaman hijau dan pemandangan ibu kota Lebanon.
Kompleks tersebut mencakup kantor kanselir, perumahan perwakilan dan staf, fasilitas untuk masyarakat dan fasilitas pendukung terkait.
Rencana pembangunan kompleks itu diumumkan pada 2015 dan dilaporkan menelan biaya hingga US$1 miliar. Pembangunannya diawasi oleh Biro Operasi Bangunan Luar Negeri (OBO) yang juga mengawasi pembangunan sejumlah kedutaan besar AS lainnya di seluruh dunia.
Sementara itu, Lebanon telah diserang oleh sejumlah krisis yang membuat ekonominya hancur. Banyak warga Lebanon tidak mampu membeli kebutuhan pokok, termasuk makanan, obat-obatan, dan listrik.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2231 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan