Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Dokter Wayan Layani Pasien di Bali Perlu Izin Praktik, Saat Ini Sebatas Pemeriksaan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dokter Wayan Tirta Sumadi kini diberikan “hiburan” dengan memeriksa kesehatan peserta yoga tertawa. Pemeriksaan itu berlangsung di Ambar Asram, wilayah Nyuh Kuning, Desa Mas, Ubud. Akan tetapi, Dokter Wayan yang kesehatannya diduga belum pulih itu, perlu memenuhi sejumlah syarat praktik.
Rekam dokter Wayan yang juga pengelola Ambar Asram, I Kadek Siwa Ambara, menyatakan sebagai dokter harus memiliki izin praktik di bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
“Dokter Wayan perlu membuat ijin praktik. Tapi itu dilakukan kalau kondisinya sudah pulih fisik dan mental,” ujar dia.
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter Wayan terhadap peserta yoga tertawa hanya sebatas pemeriksaan biasa tanpa dipatok biaya. “Intinya sekarang ini mengembalikan kepercayaan dirinya dulu,” ungkapnya.
Ambar Asram itu merupakan tempat meditasi dan yoga. Banyak peserta yoga datang untuk beraktivitas. Dokter Wayan sendiri dipercaya memeriksa kesehatan para peserta yang datang.
Untuk diketahui, dokter Wayan sebelumnya viral karena rumahnya di Karawang tak terurus. Selama di Karawang, Dokter Wayan kerap sosial. Pasien berdatangan meski hanya dibayar singkong. Banyak pasien di Karawang cocok dengan upayanya.
Kini, Dokter Wayan sudah pulang ke rumahnya di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Sedangkan, rumahnya di Karawang yang penuh sampah dibersihkan relawan. Kehidupan dokter Wayan diduga tak lepas dari kisah rumah tangganya dulu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan