Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pakai Kresek, Penjualan Daging Ayam Broiler Potong Dinilai Tidak Higienis
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Penjualan daging ayam broiler di kalangan masyarakat umum selama ini dinilai masih dilakukan secara konvensional dan mengabaikan faktor higienis.
Produk ayam broiler potong hanya dijual menggunakan tas kresek hitam tanpa di-press. Selain itu, pengelolaan usaha ayam broiler potong juga belum dilakukan secara baik, dalam arti masih dilakukan secara konvensional.
“Umumnya mereka tidak memiliki pengetahuan akan nilai karkas dan daging ayam broiler yang dijualnya. Keterbatasan pengetahuan tersebut menyebabkan mereka menjual ayam potong tersebut dengan tingkat higenitas yang sangat kurang,” kata Akademisi Fakultas Pertanian-Universitas Warmadewa (FP-Unwar) Ir. Ni Made Yudiastari, M.Si di sela-sela kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Batursari, Blahbatuh – Gianyar pada Sabtu (13/5).
Menurutnya, konsumen umumnya menginginkan daging ayam sesuai dengan preferensinya, sehingga baik produsen maupun pedagang sangat penting untuk memperhatikan apa yang menjadi preferensi konsumen daging ayam sehingga dapat memuaskan konsumen.
Konsumen pada wilayah tertentu menyukai ayam broiler dengan ukuran kecil atau berat dibawah 1 kg per ekor, di sisi lain ada pula konsumen yang menyukai ayam broiler berukuran besar atau lebih berat dari 2,0 kg per ekor. Ayam broiler berukuran kecil kebanyakan diminati oleh konsumen rumah tangga, sedangkan ayam broiler berukuran besar dipergunakan untuk pengolahan produk olahan seperti sate, opor, dan soto.
Yudiastari mengungkapkan daging ayam broiler merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi kebutuhan manusia. Harga yang murah, rasa dan aroma yang enak, tektur yang lunak dan relatif mudah didapatkan di pasaran menjadikan daging ayam broiler ini bahan pangan alternatif yang disukai hampir semua orang.
Ia menambahkan berdasarkan data Organization of Economic Cooperation and Development konsumsi daging ayam Indonesia hanya sebesar 8,1 kilogram (kg) per kapita pada 2021. Konsumsi di dalam negeri masih di bawah rata-rata dunia yang sebesar 14,9 kg per kapita.
Pola hidup sehat yang diterapkan oleh masyarakat modern saat ini menuntut penyediaan kebutuhan pangan yang bernilai gizi baik bagi kebutuhan manusia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1704 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1580 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1520 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun