Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pakai Kresek, Penjualan Daging Ayam Broiler Potong Dinilai Tidak Higienis
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Penjualan daging ayam broiler di kalangan masyarakat umum selama ini dinilai masih dilakukan secara konvensional dan mengabaikan faktor higienis.
Produk ayam broiler potong hanya dijual menggunakan tas kresek hitam tanpa di-press. Selain itu, pengelolaan usaha ayam broiler potong juga belum dilakukan secara baik, dalam arti masih dilakukan secara konvensional.
“Umumnya mereka tidak memiliki pengetahuan akan nilai karkas dan daging ayam broiler yang dijualnya. Keterbatasan pengetahuan tersebut menyebabkan mereka menjual ayam potong tersebut dengan tingkat higenitas yang sangat kurang,” kata Akademisi Fakultas Pertanian-Universitas Warmadewa (FP-Unwar) Ir. Ni Made Yudiastari, M.Si di sela-sela kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Batursari, Blahbatuh – Gianyar pada Sabtu (13/5).
Menurutnya, konsumen umumnya menginginkan daging ayam sesuai dengan preferensinya, sehingga baik produsen maupun pedagang sangat penting untuk memperhatikan apa yang menjadi preferensi konsumen daging ayam sehingga dapat memuaskan konsumen.
Konsumen pada wilayah tertentu menyukai ayam broiler dengan ukuran kecil atau berat dibawah 1 kg per ekor, di sisi lain ada pula konsumen yang menyukai ayam broiler berukuran besar atau lebih berat dari 2,0 kg per ekor. Ayam broiler berukuran kecil kebanyakan diminati oleh konsumen rumah tangga, sedangkan ayam broiler berukuran besar dipergunakan untuk pengolahan produk olahan seperti sate, opor, dan soto.
Yudiastari mengungkapkan daging ayam broiler merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi kebutuhan manusia. Harga yang murah, rasa dan aroma yang enak, tektur yang lunak dan relatif mudah didapatkan di pasaran menjadikan daging ayam broiler ini bahan pangan alternatif yang disukai hampir semua orang.
Ia menambahkan berdasarkan data Organization of Economic Cooperation and Development konsumsi daging ayam Indonesia hanya sebesar 8,1 kilogram (kg) per kapita pada 2021. Konsumsi di dalam negeri masih di bawah rata-rata dunia yang sebesar 14,9 kg per kapita.
Pola hidup sehat yang diterapkan oleh masyarakat modern saat ini menuntut penyediaan kebutuhan pangan yang bernilai gizi baik bagi kebutuhan manusia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan