Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Progres Perbaikan Jembatan Darurat Kebung-Banyu Campah Karangasem Senilai Rp1,7 Miliar
beritabali/ist/Progres Perbaikan Jembatan Darurat Kebung-Banyu Campah Karangasem Senilai Rp1,7 Miliar.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Perbaikan jembatan penghubung Banjar Banyu Campah menuju Kebung, Desa Telagatawang, Sidemen, Karangasem segera akan terealiasi.
Pengerjaan jembatan sepanjang 10 meter dengan lebar 6 meter tersebut diperkirakan mulai dilaksanakan pada awal bulan Juni 2023 mendatang, dimana saat ini tahapannya sudah memasuki proses tender.
"Sekarang masih proses tender di PBJ, untuk pagu dana sebesar Rp.1,7 Miliar. Mudah - mudahan prosesnya berjalan lancar sehingga awal juni kami perkirakan bisa mulai pengerjaan," kata Kadis PUPR- Perkim Karangasem, Wedasmara saat dikonfirmasi, Kamis (18/5/2023).
Sesuai dengan perencanaan, perbaikan jembatan tersebut nantinya akan menggunakan box culvert atau dikenal juga sebagi produk beton pracetak persegi panjang dengan rongga besar di tengahnya yang biasa digunakan sebagai komponen drainase.
Sementara itu, sebelumnya agar bisa dilewati, warga secara swadaya membangun jembatan darurat dari kayu dan bambu. Hingga saat ini jembatan darurat hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda 2 saja.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun