Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gelombang Panas Terjang Bangladesh, Suhu Melonjak 41 Derajat Celsius
beritabali.com/cnnindonesia.com/Gelombang Panas Terjang Bangladesh, Suhu Melonjak 41 Derajat Celsius
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gelombang panas menerjang Bangladesh dan menyebabkan penutupan sejumlah Sekolah Dasar (SD) hingga ancaman pemadaman listrik.
Badan Meteorologi Bangladesh menyatakan suhu maksimal bisa mencapai 41 derajat celsius. Mereka memperingatkan cuaca panas tak menunjukkan segera berakhir, seperti dikutip Reuters, Selasa (6/6).
Sejumlah pengamat menduga krisis iklim berkontribusi terhadap lama waktu gelombang panas selama musim semi.
Merespons cuaca panas ini, Menteri Energi, Mineral, dan Sumber Daya Mineral, Nasrul Hamid, mengatakan Bangladesh akan menghadapi pemadaman listrik hingga lebih dari dua pekan.
Langkah itu ditempuh karena kekurangan bahan bakar memicu penghentian beberapa unit pembangkit listrik, termasuk pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar Bangladesh.
"Karena krisis energi global dan lonjakan pasar uang yang belum pernah terjadi sebelumnya, kami menyampaikan hal yang tak diinginkan," kata Hamid di Facebook.
Gelombang panas muncul saat Bangladesh bergulat dengan pemadaman listrik dalam beberapa bulan terakhir.
Suhu yang tinggi dan pemadaman listrik membuat hidup warga yang hanya mampu mendinginkan diri dengan kipas angin, kian sengsara.
"Cuaca hari ini sangat panas tetapi pemadaman listrik dalam waktu lama menambah kesengsaraan kami," kata penjaga toko di Dhaka, Mizanur Rahman.
Cuaca panas juga membuat warga ramai-ramai mencari perawatan medis.
Salah satu petugas medis di timur laut Bangladesh, Shafiqul Islam, mengatakan mendapat banyak pasien yang mengalami heat stroke.
"Kami mendapat banyak pasien yang mengalami heat-stroke [serangan panas] atau masalah yang berkaitan dengan panas," kata Islam.
Menanggapi gelombang panas di Bangladesh, pihak berwenang mengimbau penduduk untuk tetap di rumah dan mengonsumsi air lebih banyak.
Namun, gelombang panas dalam jangka waktu lama diikuti pemadaman listrik menyebabkan kekurangan air di banyak tempat.
"Kekurangan air dan cuaca panas mencekik kami," kata Mohammad Sultan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5903 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan