Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Zelensky dan Biden Teleponan, Bahas Tentara Bayaran Wagner
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa ia berbincang dengan Presiden AS Joe Biden lewat telepon. Keduanya membahas percobaan pemberontakan yang dilakukan oleh tentara bayaran Wagner di Rusia.
"Saya berbicara dengan Presiden AS Joseph Biden. Pembicaran yang positif dan menginspirasi," kata Volodymyr Zelensky lewat media sosial, dilansir dari AFP, Minggu (26/6).
"Kami membahas jalannya permusuhan dan proses yang terjadi di Rusia," lanjutnya. "Dunia harus menekan Rusia sampai tatanan internasional dipulihkan."
Selain itu, Zelensky juga membahas soal bala bantuan dari AS kepada Ukraina. Pembicaraan itu terfokus pada senjata jarak jauh.
Keduanya juga berkoordinasi soal posisi Ukraina dan AS jelang pertemuan NATO di Vilnius bulan depan.
Dalam sebuah pernyataan terpisah, Gedung Putih membenarkan bahwa Joe Biden berbicara dengan Zelensky lewat telepon.
"Mereka membahas serangan balasan Ukraina yang sedang berlangsung," kata perwakilan Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters.
"Presiden Biden juga menegaskan kembali dukungan AS yang tak tergoyahkan, termasuk melalui bantuan lanjutan terkait keamanan, ekonomi, dan kemanusiaan," lanjutnya.
Selain Joe Biden, Zelensky juga berbincang dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Polandia Andrzej Duda.
Dengan Trudeau, Presiden Ukraina itu membahas "percobaan kudeta di Rusia dan dampak dari situasi ini pada jalannya permusuhan."
Sedangkan, dengan Duda, Zelensky mendiskusikan soal situasi di medan perang dan ancaman terhadap pembangkit nuklir Zaporizhzhia yang berada di Ukraina selatan. Kini, wilayah itu dikuasai oleh pasukan Rusia.
Pasukan tentara bayaran Rusia, Wagner, sebelumnya berbalik arah dengan menyerang negara beruang merah tersebut. Aksi itu terjadi setelah Wagner menuding pasukan Rusia menyerang kamp kelompok tentara bayaran tersebut.
Namun, Prigozhin mengatakan menarik mundur pasukan tentara bayarannya demi menghindari pertumpahan darah di Moskow, Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan