Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Zelensky dan Biden Teleponan, Bahas Tentara Bayaran Wagner
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa ia berbincang dengan Presiden AS Joe Biden lewat telepon. Keduanya membahas percobaan pemberontakan yang dilakukan oleh tentara bayaran Wagner di Rusia.
"Saya berbicara dengan Presiden AS Joseph Biden. Pembicaran yang positif dan menginspirasi," kata Volodymyr Zelensky lewat media sosial, dilansir dari AFP, Minggu (26/6).
"Kami membahas jalannya permusuhan dan proses yang terjadi di Rusia," lanjutnya. "Dunia harus menekan Rusia sampai tatanan internasional dipulihkan."
Selain itu, Zelensky juga membahas soal bala bantuan dari AS kepada Ukraina. Pembicaraan itu terfokus pada senjata jarak jauh.
Keduanya juga berkoordinasi soal posisi Ukraina dan AS jelang pertemuan NATO di Vilnius bulan depan.
Dalam sebuah pernyataan terpisah, Gedung Putih membenarkan bahwa Joe Biden berbicara dengan Zelensky lewat telepon.
"Mereka membahas serangan balasan Ukraina yang sedang berlangsung," kata perwakilan Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters.
"Presiden Biden juga menegaskan kembali dukungan AS yang tak tergoyahkan, termasuk melalui bantuan lanjutan terkait keamanan, ekonomi, dan kemanusiaan," lanjutnya.
Selain Joe Biden, Zelensky juga berbincang dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Polandia Andrzej Duda.
Dengan Trudeau, Presiden Ukraina itu membahas "percobaan kudeta di Rusia dan dampak dari situasi ini pada jalannya permusuhan."
Sedangkan, dengan Duda, Zelensky mendiskusikan soal situasi di medan perang dan ancaman terhadap pembangkit nuklir Zaporizhzhia yang berada di Ukraina selatan. Kini, wilayah itu dikuasai oleh pasukan Rusia.
Pasukan tentara bayaran Rusia, Wagner, sebelumnya berbalik arah dengan menyerang negara beruang merah tersebut. Aksi itu terjadi setelah Wagner menuding pasukan Rusia menyerang kamp kelompok tentara bayaran tersebut.
Namun, Prigozhin mengatakan menarik mundur pasukan tentara bayarannya demi menghindari pertumpahan darah di Moskow, Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3819 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1764 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang