Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ini Sosok Yang 'Selamatkan' Putin dari Kudeta Wagner Group
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok tentara bayaran Wagner Group batal melakukan kudeta di Rusia. Hal itu tak lepas dari campur tangan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.
Menurut layanan pers kepresidenan Belarusia, keputusan kepala Wagner Group Yevgeny Prigozhin untuk membatalkan kudeta mengikuti intervensi tak terduga oleh Lukashenko.
Sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin itu dilaporkan telah melakukan serangkaian kesepakatan dengan Prigozhin yang membuat bos Wagner pergi ke Belarusia.
Salah satu kesepakatannya adalah kasus pidana terhadap bos tentara bayaran akan dibatalkan dan pasukan Wagner akan dimasukkan ke dalam struktur militer formal dengan menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.
"Anda mungkin akan bertanya kepada saya, mengapa Lukashenko?" kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dikutip dari CNN International, Senin (26/6/2023).
"Faktanya adalah Alexander Grigoryevich (Lukashenko) telah mengenal Prigozhin secara pribadi sejak lama, selama sekitar 20 tahun. Dan itu adalah proposal pribadinya, yang disetujui oleh Presiden Putin. Kami berterima kasih kepada Presiden Belarusia atas upaya ini."
Peskov mengeklaim upaya mediasi Lukashenko berhasil menyelesaikan situasi tanpa kerugian lebih lanjut dan tanpa meningkatkan tingkat ketegangan.
Namun, kesepakatan yang dilakukan Lukashenko malah menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Sebagai permulaan, Lukashenko jelas terlihat sebagai mitra junior dalam hubungannya dengan Putin. Belarusia pun bergantung pada bantuan Rusia. Pada puncak konfrontasi Lukashenko dengan pengunjuk rasa, Putin memberikan pinjaman sebesar US$ 1,5 miliar.
Selain itu, Belarusia telah menjadi batu loncatan untuk operasi militer Rusia di Ukraina, langkah yang telah mengisolasi Lukashenko dari Barat dan memicu sanksi baru terhadap ekonomi negara tersebut.
Di sisi lain, kesepakatan yang dilakukan Lukashenko dengan Prigozhin malah mengubah citra Rusia sendiri. Ini mengekspos rapuhnya pemerintahan Putin yang selama ini dianggap sebagai penengah andal dari perselisihan elit di Rusia, di mana ia dianggap tak lagi kompeten sebagai pemimpin dalam menentukan tindakan.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan