Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Pabrik Smelter PT GNI Semburkan Api, Satu Pekerja Tewas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sejumlah pekerja pabrik smelter PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) Desa Bunta, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, mengalami kecelakaan kerja. Satu pekerja dilaporkan meninggal dunia.
"Iya benar, ada satu korban meninggal dunia," kata Kapolres Morowali Utara, AKBP Imam Wijayanto kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/6).
Berdasarkan keterangan saksi maupun korban, kejadian bermula saat pekerja melakukan pemasangan saringan filter (Devisi Gerinding) smelter 1 PT GNI.
"Kemudian tiba-tiba ada semburan api dari bawah yang diduga api berasal dari percikan api, karena adanya kegiatan welder di dekat tempat pemasangan saringan," jelasnya.
Semburan api dan batubara mengenai karyawan yang berada di sekitar lokasi.
"Korban meninggal dunia satu orang, tiga orang alami luka bakar dan tiga orang luka ringan (rawat jalan), termasuk pekerja asing yang mengalami luka-luka," ungkapnya.
Sementara pekerja PT GNI yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja tersebut, kata Imam, telah dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan.
"Korban meninggal sudah dibawa keluarga ke Bone, Sulsel guna dimakamkan. Tiga korban dalam perawatan di RS Kodal," imbuhnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 413 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 359 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 307 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun