Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Putin Akui Bayar Pasukan Wagner Group Buat Agresi di Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui mendukung pendanaan secara penuh pasukan bayaran Wagner Group untuk agresi militer di Ukraina.
Pernyataan Putin itu disampaikan pada Selasa pekan lalu di tengah kabar upaya kudeta Wagner Group yang batal di tengah jalan.
Mengutip dari The Moskow Times, Wagner Group disebut menerima pendanaan sebesar US$1 miliar atau sebesar Rp15 triliun tahun lalu.
Komentar Putin saat upacara apresiasi para tentara Rusia untuk menyetop perang sipil setelah Wagner batal kudeta disebut tak sejalan dengan bantahan Moskow bahwa pasukan bayaran itu terkait dengan mereka.
"Pemeliharaan Wagner Group semuanya disediakan oleh negara. Kementerian Pertahanan, anggaran negara secara penuh membiayai grup ini," demikian pernyataan Putin.
Putin kemudian mengungkapkan bahwa negara telah membayar Wagner sebesar 86,26 triliun rubles atau setara US$1 miliar (Rp15 triliun) untuk periode Mei 2022 hingga Mei 2023 hanya untuk perawatan dan insentif.
Ia menambahkan, pemilik perusahaan Wagner Group, Yevgeny Prigozhin di bawah nama perusahaan Concord telah menerima 86 miliar ruble (Rp14 triliun) untuk kontrak katering dengan Kementerian Pertahanan pada tahun lalu.
"Saya berharap tidak ada seorang pun mencuri apapun, sekecil apapun atau kita akan berurusan dengan itu," tutur Putin yang mengisyaratkan dilakukan tindakan hukum untuk memeriksa keuangan Wagner Group.
Media Rusia, Rossiya Segodya, juga sempat mengungkapkan total bayaran yang sudah diterima Wagner Group dari negara usai pernyataan Putin tersebut.
Pemimpin televisi Rusia tersebut, Dmitry Kiseldov, mengatakan bos Wagner Group Yevgeny Prigozhin dan pasukannya telah banyak mengambil keuntungan atas invasi Rusia di Ukraina.
Dalam siaran langsungnya, Kiselyov mengatakan bahwa grup militer swasta itu,"telah menerima 858 miliar ruble (Rp146 triliun) di bawah kontrak dengan negara."
Yevgeny Prigozhin sebelumnya menuduh militer Rusia sengaja mengurangi stok amunisi untuk pasukan Wagner Group yang tengah berjibaku di medan tempur.
Dia menambahkan bahwa dalam kontrak tersebut perusahaan raksasa Prigozhin, termasuk bisnis katering dan media, telah menyediakan layanan dengan omset hingga 845 miliar ruble
"Ini belum berarti bahwa mereka telah menghasilkan begitu banyak, tetapi ini masih menunjukkan skala bisnis dan skala ambisinya," tutur Kiselyov.
Ia melanjutkan, Prigozhin memiliki pengaruh media yang kuat sehingga mengesankan bahwa Wagner Group merupakan unit garis terdepan yang paling cakap dimiliki Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3823 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1767 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang