Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Penyeberangan di Pelabuhan Padangbai Sudah Dibuka, Hanya Untuk Kapal Ferry
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem akhirnya dibuka kembali pada Sabtu (8/7/2023) setelah hampir 24 jam ditutup total akibat cuaca buruk.
Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai Sentot Ismudiyanto Kuncoro saat dikonfirmasi mengatakan, aktivitas penyebrangan sudah dibuka kembali pagi ini pada pukul 08.00 WITA.
“Sudah dibuka sejak pukul 08.00 wita pagi ini, yang diperbolehkan hanya kapal Ferry saja sementara untuk penyebrangan Fastboat belum dibuka,” ujarnya.
Meski telah dibuka kembali, namun aktivitas penyebrangan kapal Fery masih menerapkan sistem buka tutup sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca di lapangan. Apabila cuaca mendukung akan terus dilanjutkan sementara jika cuaca tidak memungkinkan akan ditutup kembali.
Sementara itu, dampak ditutupnya aktivitas pelayaran selama 24 jam di Pelabuhan Padangbai tersebut berimbas terhadap kepadatan antrean kendaraan maupun penumpang diareal Pelabuhan. Namun dengan dibukanya kembali sedikit demi sedikit antrian mulai berkurang sehingga tidak sampai mengular ke jalan raya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun