Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Kapal Induk AS Merapat di Tanjung Benoa, Dikawal Dua KRI
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kapal induk Amerika Serikat, Ronald Reagan (CVN-76) merapat di Bali. Kedatangannya bersama dengan kapal perang USS Antietam (CG-54) dan USS Robert Small (CG-62) tiba Dermaga Tanjung Benoa pada Minggu (16/7) untuk kunjungan pelabuhan usai operasi rutin di Samudera Hindia.
Kapal-kapal tersebut dikawal korvet pasukan Angkatan Laut Indonesia seperti KRI Sultan Hasanuddin (366), KRI Sultan Iskandar Muda (367), yang melaksanakan pengawasan dan pengamanan.
Menurut pernyataan resmi militer Indonesia, kapal perang Amerika tersebut hadir dalam rangka melaksanakan diplomasi dengan TNI Angkatan Laut.
Kegiatan semacam itu, lanjut mereka, aktivitas yang biasa dilaksanakan oleh Angkatan Laut di seluruh dunia jika kapal negara sahabat melintas dan memperoleh Diplomatic Clearance.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali dan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal Bambang Ismawan sempat mengunjungi USS Reagan.
Kedatangan kapal induk dan kapal perang AS di Indo-Pasifik sebagai bagian dari rangkaian latihan militer bersama antara pasukan Negeri Paman Sam, Jepang, dan Korea Selatan.
Pasukan dari ketiga negara itu menggelar latihan militer di Laut Jepang. Latihan ini melibatkan kapal perusak seperti USS John Finn, JS Maya, dan ROKS Yulgok Yi.
Selain itu, latihan ini muncul sebagai respons usai Korea Utara meluncurkan uji coba rudal balistik antar-benua, Hwasong-18, pada pekan lalu.
"Peluncuran berulang kali, termasuk ICBM, dari Korea Utara secara serius mengancam perdamaian dan keamanan Jepang, Asia Timur, dan komunitas internasional, yang tak bisa diterima," ujar pasukan AL Jepang, demikian dikutip laman resmi Institut Angkatan Laut AS.
Terlepas dari itu, latihan ini juga bertujuan mempromosikan kerja sama trilateral dan menanggapi tantangan keamanan regional.
Lebih lanjut, militer Jepang menyatakan latihan ini sebagai bentuk komitmen kuat kerja sama ketiga pihak untuk melindungi keamanan sebagaimana aturan internasional.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Nasional Korea menyatakan latihan tersebut merupakan kerja sama Korsel, Jepang, dan AS.
"Ini untuk menunjukkan respons ke Korea Utara baru-baru ini yang meluncurkan provokasi ICBM," ujar mereka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3808 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1750 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang