Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kriya Menjadi Unggulan PMK3I, Pemkab Buleleng Dorong Kolaborasi Pentahelix
BERITABALI.COM, BULELENG.
Setelah melakukan proses Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di Kabupaten Buleleng dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) melalui uji petik pada 18-19 Juli 2023 di 25 titik pelaku ekraf dan UMKM kreatif, maka dari 5 subsektor ekraf terpilih subsector Kriya menjadi unggulan untuk menjadi branding di Kabupaten Buleleng yang didukung 4 subsektor pendukung seperti kuliner, fashion, pertunjukan seni dan musik.
Atas hal itu diadakan penandatanganan Berita Acara Hasil Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kota/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di Kabupaten Buleleng oleh Penjabat Bupati Buleleng yang diwakili Asisten 2 Setda Buleleng Ni Made Rousmini, bersama Tim PMK3I Kemenparekraf RI, SKPD terkait dan perwakilan ekraf di Buleleng bertempat di Kantor Bupati Buleleng, Jumat, (21/7).
Ditemui usai kegiatan Analisi Kebijakan Ahli Madya Kemenparekraf RI, Elizabeth Tioria Gurning mengatakan atas acara sekarang Buleleng telah menjadi kota ke 78 di Indonesia kabupaten/kota ekraf yang telah uji petik. Dalam program ke depan akan diseleksi kembali untuk ditetapkan sebagai kabupaten/kota ekraf secara nasional yang diputuskan oleh Menteri Parekraf RI.
”30 kabupaten/kota dari 78 telah ditetapkan oleh Menteri menjadi kabupaten/kota ekonomi kreatif. Disini Buleleng harus bisa menunjukkan komitmennya, brandingnya dan roadmap agar bisa ditetapkan menjadi kabupaten/kota ekraf dan berpeluang menjadi kabupaten/kota ekraf dunia dari UNESCO,” terangnya.
Tindak lanjut dari penandatangan ini ungkap Elizabeth adalah Komitmen Pemkab Buleleng untuk membentuk komite ekraf dari 5 perwakilan subsektor berkolaborasi bersinergi sistem Pentahelix.
”Kami dari Kemenparekraf akan monev atas ekraf unggulan selama setahun ini, apakah masih bisa Buleleng dikatakan kabupaten/kota ekraf subsektor Kriya apa tidak. Inilah pentingnya komitmen bersama berkolaborasi dengan akademisi, media, komunitas, pengusaha dan pemerintah,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten 2 Ni Made Rousmini mengatakan, potensi Buleleng adalah Kriya selain subsektor pendukung lainnya setelah dilakukan proses uji petik.
Hal pertama yang dilakukan adalah mendorong Pentahelix untuk berkolaborasi, para kreator muda didorong untuk tetap berkreasi sesuai skill masing-masing, menunggu branding city di tahun 2024 atas penetapan Buleleng sebagai kabupaten/kota ekonomi kreatif.
Ditambahkan komitmen dari pelaku usaha yang telah dikrarkan di depan Tim PMK3I saat penandatanganan harus diwujudkan secara berkelanjutan.
”Seperti contoh untuk branding produk harus bekerjasama dalam mempromosikan. Misal seni pertunjukkan atau fashion kolab dengan potografer atau videografer. Jika berdiri sendiri saya yakin tidak tercapai. Inilah yang kita dorong terus kolaborasinya,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2306 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1930 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1788 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun