Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mantan PM: Israel Masuk Perang Saudara Sekarang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, menyatakan bahwa negaranya sudah memasuki perang saudara setelah parlemen meloloskan rancangan undang-undang yang memicu perpecahan.
"Ini merupakan ancaman serius. Kami masuk ke dalam perang saudara sekarang," ujar Olmert, seperti dikutip The Times of Israel, Selasa (25/7).
Olmert mengatakan Israel bakal didera pembangkangan rakyat yang bisa berdampak pada stabilitas negara hingga kemampuan pemerintah untuk bekerja.
"Pemerintah memutuskan untuk mengancam dasar-dasar demokrasi Israel, dan ini bukan sesuatu yang dapat diterima atau ditoleransi," tutur Olmert.
Isu perang saudara memang sudah merebak sejak pemerintah Israel mengajukan program reformasi sistem peradilan melalui satu paket rancangan undang-undang.
Salah RUU yang menjadi sorotan terkait dengan kinerja Mahkamah Agung Israel. RUU itu membatasi kewenangan MA.
Diberitakan CNN, Netanyahu dan para pendukungnya berdalih bahwa saat ini, Mahkamah Agung sudah menjadi institusi yang berisi para elite. Mereka mengklaim MA tak lagi mewakili kepentingan rakyat.
Namun, sebagian warga lainnya menolak amandemen tersebut. Menurut mereka, perombakan sistem peradilan itu mencoreng demokrasi Israel.
Baca juga:
PM Kamboja Hun Sen Mengundurkan Diri
Rencana perombakan ini pun memicu gelombang unjuk rasa dari segala kalangan. Sejumlah warga menolak rencana perombakan sistem peradilan yang digagas Netanyahu, tapi sebagian lainnya mendukung pemerintah.
Massa pendukung dan penolak rencana pemerintah itu terkadang bertemu di satu titik. Kericuhan pun tak terhindarkan.
Di tengah kerusuhan yang terus membara, sejumlah pejabat Israel memperingatkan Netanyahu bahwa situasi di Israel dapat berubah menjadi perang saudara dengan cepat.
Netanyahu sendiri akhirnya mengakui bahwa Israel memang sudah di ambang perang saudara. Ia lantas memutuskan untuk menunda pembahasan reformasi sistem peradilan tersebut.
Walau menunda pembahasan, Netanyahu menegaskan bahwa reformasi itu bakal tetap disahkan. Parlemen pun akhirnya meloloskan RUU itu pada Selasa.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan