Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Mantan PM: Israel Masuk Perang Saudara Sekarang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, menyatakan bahwa negaranya sudah memasuki perang saudara setelah parlemen meloloskan rancangan undang-undang yang memicu perpecahan.
"Ini merupakan ancaman serius. Kami masuk ke dalam perang saudara sekarang," ujar Olmert, seperti dikutip The Times of Israel, Selasa (25/7).
Olmert mengatakan Israel bakal didera pembangkangan rakyat yang bisa berdampak pada stabilitas negara hingga kemampuan pemerintah untuk bekerja.
"Pemerintah memutuskan untuk mengancam dasar-dasar demokrasi Israel, dan ini bukan sesuatu yang dapat diterima atau ditoleransi," tutur Olmert.
Isu perang saudara memang sudah merebak sejak pemerintah Israel mengajukan program reformasi sistem peradilan melalui satu paket rancangan undang-undang.
Salah RUU yang menjadi sorotan terkait dengan kinerja Mahkamah Agung Israel. RUU itu membatasi kewenangan MA.
Diberitakan CNN, Netanyahu dan para pendukungnya berdalih bahwa saat ini, Mahkamah Agung sudah menjadi institusi yang berisi para elite. Mereka mengklaim MA tak lagi mewakili kepentingan rakyat.
Namun, sebagian warga lainnya menolak amandemen tersebut. Menurut mereka, perombakan sistem peradilan itu mencoreng demokrasi Israel.
Baca juga:
PM Kamboja Hun Sen Mengundurkan Diri
Rencana perombakan ini pun memicu gelombang unjuk rasa dari segala kalangan. Sejumlah warga menolak rencana perombakan sistem peradilan yang digagas Netanyahu, tapi sebagian lainnya mendukung pemerintah.
Massa pendukung dan penolak rencana pemerintah itu terkadang bertemu di satu titik. Kericuhan pun tak terhindarkan.
Di tengah kerusuhan yang terus membara, sejumlah pejabat Israel memperingatkan Netanyahu bahwa situasi di Israel dapat berubah menjadi perang saudara dengan cepat.
Netanyahu sendiri akhirnya mengakui bahwa Israel memang sudah di ambang perang saudara. Ia lantas memutuskan untuk menunda pembahasan reformasi sistem peradilan tersebut.
Walau menunda pembahasan, Netanyahu menegaskan bahwa reformasi itu bakal tetap disahkan. Parlemen pun akhirnya meloloskan RUU itu pada Selasa.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun