Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Geger Temuan Zat Pemicu Kanker di Situs Nuklir Bawah Tanah AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Angkatan Udara Amerika Serikat mendeteksi kemungkinan paparan karsinogen pemicu kanker, di pusat kendali peluncuran rudal nuklir bawah tanah di Montana.
Komando Serangan Global Angkatan Udara AS menyebut penemuan ini adalah yang pertama, setelah dilakukan pengambilan sampel di pangkalan rudal tersebut.
Dilansir Al Jazeera, dari dua sampel yang diambil di dua fasilitas peluncuran di Pangkalan AU Malmstrom di Montana, ditemukan tingkat PCB (Polychlorinated Biphenyl) lebih tinggi dari ambang batas yang direkomendasikan oleh Badan Perlindungan Lingkungan (EPA).
PCB merupakan zat berminyak atau lilin, yang diidentifikasi oleh EPA sebagai kemungkinan karsinogen pemicu kanker.
Januari lalu, laporan mengungkap setidaknya sembilan staf peluncur rudal yang masih maupun sudah tidak aktif bekerja di Malmstrom, didiagnosis dengan kanker darah langka. Namun diperkirakan ada ratusan lebih kanker yang dikeluhkan oleh para pekerja di situs nuklir tersebut.
Sebab menurut laporan Torchlight Initiative, setidaknya 268 tentara yang bertugas di lokasi rudal nuklir maupun anggota keluarga mereka yang masih hidup, telah melaporkan diri terdiagnosis kanker, penyakit terkait darah, atau penyakit lain selama beberapa dekade terakhir.
Setidaknya 217 kasus yang dilaporkan adalah kanker, dan setidaknya 33 di antaranya adalah limfoma non-Hodgkin.
Menanggapi temuan ini, komandan komando Jenderal Thomas Bussiere, telah mengarahkan langkah-langkah untuk segera "memulai proses pembersihan" di fasilitas yang terkena dampak, demi mengurangi paparan yang berpotensi berbahaya.
Di situs peluncur rudal nuklir Montana, para perwira militer laki-laki dan perempuan bertanggung jawab untuk memantau dan, jika perlu, meluncurkan senjata nuklir.
Dua "petugas peluncur" terkadang menghabiskan waktu berhari-hari untuk berjaga-jaga di bunker bawah tanah dan bersiap menembakkan rudal balistik antarbenua Minuteman III jika diperintahkan oleh presiden.
Silo Minuteman III dan pusat kendali nuklir bawah tanah dibangun lebih dari 60 tahun yang lalu. Sebagian besar peralatan elektronik dan infrastruktur sudah berumur puluhan tahun.
Perwira militer yang bertugas di situs itu selama bertahun-tahun lalu telah menyampaikan masalah kesehatan yang diakibatkan rusaknya ventilasi, kualitas air, dan potensi racun yang tak dapat dihindari. Terlebih mereka harus menghabiskan waktu 24 hingga 48 jam bekerja di bawah tanah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan