Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ledakan Besar Guncang Pom Bensin di Rusia, 25 Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya 25 orang tewas dan 66 mengalami luka-luka usai kebakaran melanda pom bensin di Dagestan, Rusia, pada Senin (14/8) malam waktu setempat.
Dari jumlah orang yang terluka 10 di antaranya berada dalam kondisi kritis. Departemen Kesehatan Dagestan menyatakan dari jumlah korban yang terluka, 13 merupakan anak-anak.
Menurut pihak berwenang kebakaran berasal dari sebuah bengkel mobil di pinggir jalan raya di ibu kota Dagestan, Makhachkala. Api lalu menyebar dan menyebabkan ledakan di pom bensin terdekat.
TASS melaporkan, api menyebar hingga 600 meter dari titik asal. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab dan sifat kebakaran ini.
Selain itu, dua dari delapan tangki bahan bakar meledak. Lebih dari 70 orang dan 20 buah peralatan terlibat dalam memadamkan api.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial menunjukkan gedung satu lantai terbakar.
"Ini seperti perang, di sini," kata salah satu saksi insiden itu, seperti dikutip dari Reuters.
Layanan darurat Rusia menyatakan perlu lebih dari tiga setengah jam untuk memadamkan api yang menyebar ke area seluas 600 meter persegi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2486 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1941 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun