Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
E'Kofee Bali Tawarkan Cita Rasa Kopi Robusta Khas Pucaksari Buleleng
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali memiliki berbagai aneka hasil kebun yang mampu dipasarkan ke usaha skala kecil hingga industri menengah, seperti salah satunya produk kopi asli dari Desa Pucaksari, Kabupaten Buleleng.
Produk Kopi jenis robusta ini dipasarkan dengan merek E'Kofee Bali. Produk Kopi robusta ini memiliki cita rasa khas unik tersendiri, lantaran ditanam di ketinggian rata-rata 700 hingga 900 meter di daerah Pucaksari.
Owner E'Kofee Bali, I Made Arta Tanaya menjelaskan lahan di wilayah Pucaksari menurutnya sangat cocok ditanam kopi jenis Robusta karena variannya bermacam-macam dan rasanya pun berbeda dengan tanaman kopi-kopi lain pada umumnya.
"Kalau robusta rasanya agak pahit dan berasa kacang," jelasnya.
Awal penanaman robusta di daerah ini diawali sejak tahun 80 an. "Dahulu pohon kopi ini agak tinggi hingga 12 meter jenis robusta juga," ujarnya.
Namun, lanjutnya, semenjak ada program dari Pemerintah seperti peremajaan atau regenerasi, pohonnya sekarang agak pendek yang ditanam di lahan seluas 3,5 hektar. Semua pohon kopi juga dipadukan dengan tanaman tumpang sari.
"Kalau dulu pascapanen kopi ini langsung dijual namun sekarang untuk nilai tambah diproduksi menjadi kopi bubuk disamping menambah kesibukan juga menambah lapangan pekerjaan. Panen kopi setahun sekali dengan hasil rata-rata 1 hektarnya sampai 2 ton kopi," paparnya.
Sementara per bulan produksi kopi mencapai 4 kwintal dikemas per gram dengan menyasar daerah Denpasar, Klungkung, dan daerah Bangli.
"Rata-rata respons lumayan bagus karena juga ini brand baru kita masih bersaing dengan brand lama. Kopi ini dipasarkan secara grosir dan di beberapa toko-toko di Denpasar, Klungkung, dan daerah Bangli," ucapnya.
Dirinya berharap agar Kopi asal Pucaksari, Bukit Kutul ini dapat dikenal lebih luas karena, kopi ini tidak kalah dengan kopi lain dan rasanya juga berbeda.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun