Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pesan Megawati di Balik Kritik PDIP Soal Proyek Food Estate
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ada titah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di balik kritik PDIP terhadap proyek lumbung pangan atau food estate yang dikelola Kementerian Pertahanan.
Anggota DPR Fraksi PDIP Deddy Sitorus menyebut Mega khawatir tentang ancaman krisis pangan. Ia pun memerintahkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk mengingatkan kader-kader PDIP yang menjadi kepala daerah.
"Ibu ngomong gini sama Pak Sekjen, 'To, tolong koordinasi dengan teman-teman anak-anak yang kepala daerah, ini el nino akan sangat parah. Pangan kita pasti akan bermasalah,'," kata Deddy di program Political Show CNN Indonesia, Senin (21/8).
Mega juga menyoroti kemungkinan negara-negara lain menyetop ekspor pangan. Dia ingin kepala daerah dari PDIP mempersiapkan daerah masing-masing.
Lalu pesan itu pun disampaikan oleh Hasto. Hasto juga disebut menambahkan kritik dalam pesan PDIP terkait ketahanan pangan.
"karena sebenarnya ingin mempertanyakan ini kelanjutannya seperti apa? Kita kan butuh menghadapi situasi ini. Sebenarnya semacam alert call-lah sebenarnya," ucap Deddy.
Deddy menepis anggapan kritik tentang food estate untuk menjatuhkan Menteri Pertahanan sekaligus bakal calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Pemegang kuasa anggarannya kan Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR. Jadi tidak hanya Kementerian Pertahanan, dua kementerian itu juga menjadi pihak yang harus mempertanggungjawabkan," ujarnya.
Sebelumnya, PDIP mengkritik keras proyek food estate. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut ada kejahatan lingkungan di balik proyek tersebut.
Dia menyoroti penggusuran lahan demi proyek itu. Lalu ada juga sentilan soal keterlibatan sejumlah petinggi partai dalam perusahaan yang mengelola food estate.
"Dalam praktik pada kebijakan itu ternyata disalahgunakan, dan kemudian hutan-hutan justru ditebang habis, danfood estate-nya tidak terbangun dengan baik. Itu merupakan bagian dari suatu kejahatan terhadap lingkungan," ungkap Hasto di Bogor, Selasa (15/8).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan