Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Lusuh dan Berdebu, Gedung Civic Centre Karangasem Dihuni Kelelawar
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kondisi gedung unit 11 Civic Centre atau pelayanan publik Kabupaten Karangasem yang berada di sebelah sisi selatan lapangan Tanah Aron, Amlapura terlihat lusuh dan berdebu.
Kondisi ini terlihat jelas pada bagian sisi luar jendela gedung berlantai tiga tersebut yang nampak berdebu dan bagian cat yang sudah usang terlebih hampir seluruh bagian plafon atap gedung terlihat rontok dimana hanya menyisakan rangka besinya saja.
Seperti yang diketahui, saat ini Gedung yang dibangun sekitar tahun 2014 an itu dijadikan sebagai kantor untuk Kesbangpol Karangasem dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karangasem. Dinas Perizinan (DPMPTSP) juga sempat berkantor di sana, sebelum akhirnya pindah ke gedung Mal Pelayanan Publik (MPP).
Sekretaris Kesbangpol Karangasem, I Gusti Putu Suarta saat dikonfirmasi pada Selasa (29/8/2023) mengatakan, semenjak atap plafon Civic Centre jebol, dalam gedung lantai III tidak dipergunakan lagi bahkan tidak pernah dibersihkan hingga kini banyak dihuni kelelawar.
"Untuk lantai III kosong, usai jebol tidak pernah dibersihkan dan sekarang ada banyak ditempati kelelawar. Sementara untuk lantai II saat ini dipergunakan oleh Kesbangpol Karangasem dan lantai I dipergunakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karangasem," kata Suarta.
Baca juga:
Pembangunan Gedung Tinju di Penatih Dimulai dengan Ngeruwak Karang, Ini Harapan De Gadjah
Terkait kebersihan gedung, khusus untuk di lantai dua atau tempat Kesbangpol berkantor sudah sempat dilakukan, bahkan terakhir kali melakukan pembersihan sekitar satu bulan yang lalu, rencananya pada Jumat mendatang akan menggelar gotong royong untuk bersih-bersih areal kantornya.
Selain kondisi gedung, pada halaman depan gedung juga terdapat bangkai boat yang dibiarkan tergeletak begitu saja. Menurut Suarta, bangkai boat tersebut rencananya akan dilelang, sementara posisinya memang dibiarkan seperti itu karena sulit untuk memindahkannya.
"Sulit kalau dipindah, berat sekali, itu rencananya mau dilelang," terang Suarta.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4622 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan