Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
14 Orang Tewas Karena Wabah Legionnaire di Polandia, Diduga Sabotase
beritabali.com/cnnindonesia.com/14 Orang Tewas Karena Wabah Legionnaire di Polandia, Diduga Sabotase
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat wabah Legionnaire yang menjangkiti tenggara Polandia sepekan terakhir. Lebih dari 150 kasus juga telah tercatat sejauh ini. Sejumlah pihak pun menduga wabah ini merupakan sabotase sebagai bagian dari perang antara Ukraina vs Rusia.
Baca juga:
Bandara Rusia Diserang, Dibom Drone
Sejak terdeteksi pekan ini, warga Polandia yang terinfeksi telah dilarikan ke rumah sakit untuk menerima perawatan. Pada Selasa (29/8), sembilan kasus baru pun terkonfirmasi.
Pihak berwenang hingga kini masih memeriksa peluang bakteri legionella bisa masuk ke pasokan air di Kota Rzeszow dan sekitarnya.
Kehadiran wabah di Kota Rzeszow sendiri memicu kekhawatiran karena kota ini merupakan pusat bantuan untuk Ukraina dan markas militer Amerika Serikat di Polandia.
"Kami belum mengidentifikasi informasi apa pun yang sedang kami hadapi atas sabotase," kata pemerintah Polandia untuk keamanan informasi, Stanislaw Zaryn, kepada Polsat News, seperti dikutip BBC.
Dia mengatakan layanan khusus ingin mengesampingkan dugaan sabotase mengingat lokasi wabah merebak.
Sejak Minggu (27/8), Polandia melaporkan kasus Legionnaire di wilayah Krakow. Selang sehari kemudian, dua kasus dikonfirmasi di sekitar Kota Rzeszow.
Legionnaire adalah infeksi paru-paru serius yang bisa menular lewat droplet yang terhirup, bukan karena meminum air yang terkontaminasi.
Orang-orang bisa terinfeksi saat mandi, menyiram toilet, atau saat berada di ruangan dengan pendingin udara.
Saat terjangkit, orang-orang biasanya sulit membedakan Legionnaire dengan influenza karena gejalanya yang serupa. Penyakit ini bisa membuat pengidapnya mengalami pneumonia parah.
Umumnya, mereka yang terinfeksi berusia di atas 50-an dan punya imun rendah. Mayoritas pasien yang meninggal pun merupakan orang lanjut usia dan punya penyakit bawaan atau kronis.
Penyakit ini sendiri sebetulnya bisa diobati dengan antibiotik karena berasal dari bakteri.
Hingga kini, investigasi terkait penyebab wabah masih terus dilakukan. Sampel uji awal belum bisa mengusut dari mana sumber bakteri berasal.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5266 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3435 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2222 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 941 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan