Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Rusia Tuduh Jurnalis Peraih Nobel Dmitry Muratov Sebagai Agen Asing
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Kehakiman Rusia pada Jumat (1/9) menjuluki Dmitry Muratov, yang merupakan editor surat kabar independen Rusia Novaya Gazeta sebagai 'agen asing' karena sering mengkritik kebijakan Kremlin--terutama terkait Ukraina.
Surat kabar Novaya Gazeta memberitakan pelabelan 'agen asing' itu mengutip pernyataan Kementerian Kehakiman Rusia.
Muratov yang merupakan jurnalis pemenang Nobel Perdamaian 2021 itu dituding telah menciptakan dan menyebarkan karya yang dihasilkan agen-agen asing untuk mengembangkan opini. Opini-opini tersebut disebut bertujuan untuk membentuk sikap negatif terhadap kebijakan dalam dan luar negeri Rusia.
Selain Muratov, mengutip dari Reuters, seorang ahli ekonomi bernama Konstantin Sonin, juga dimasukkan dalam daftar sosok-sosok yang dilabeli 'agen asing'.
Novaya menegaskan Sonin hanya menjawab pertanyaan sebagai narasumber di surat kabar tersebut. Novaya Gazeta juga sudah dibekukan penerbitannya pada 2022 silam karena dinilai mendiskreditkan lewat pemberitaan atas operasi militer di Ukraina.
Di Rusia, orang-orang yang dinyatakan sebagai 'agen asing' akan dikenai berbagai peraturan dan larangan terkait keuangan. Mereka juga tidak akan mendapat hak kerahasiaan pribadi.
Tokoh-tokoh lainnya yang dilabeli 'agen asing' oleh Kementerian Kehakiman Rusia adalah jurnalis Echo of Moscow Oksana Barsheva, komedian Ruslan Bely, dan politikus asal St. Peterseburg Maksim Reznik.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan