Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
TNI: Pembebasan Pilot Susi Air Sandera KKB Papua Belum Bisa Dipastikan
beritabali.com/cnnindonesia.com/TNI: Pembebasan Pilot Susi Air Sandera KKB Papua Belum Bisa Dipastikan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan menyatakan sejauh ini waktu pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, dari tangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua belum bisa dipastikan.
"Hingga kini belum bisa dipastikan kapan sandera (pilot) dapat dibebaskan," kata Izak dilansir dari Antara, Minggu (10/9).
Izak bilang sudah ada berbagai upaya yang masih terus dilakukan untuk membebaskan Philip namun dia mengatakan saat ini mengedepankan negosiasi damai agar menghindari terjadinya korban.
"Sebetulnya posisi Egianus Kogoya, namun masih berharap yang bersangkutan mau melepaskan sandera dalam keadaan sehat," ujar dia.
Philip merupakan warga negara Selandia Baru. Dia diculik Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya di bandara Nduga pada Februari lalu usai mendaratkan pesawatnya.
Sementara itu Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri secara terpisah memaparkan upaya pembebasan pilot Susi Air itu tidak tergesa-gesa melainkan dilakukan dengan cermat.
Memang benar upaya pembebasan terhadap sandera yang ditawan KKB terus dilakukan dengan penuh ketelitian dan pendalaman secara cermat," kata dia.
Fakhiri mengatakan negosiasi masih dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, dan langkah yang dilakukan itu untuk meminimalisir jatuhnya korban, baik sipil maupun aparat keamanan.
"Kami berupaya menekan terjadinya kekerasan, apalagi saat ini sedang menuju agenda nasional, " ujar Fakhiri.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun