Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Tata Cara Etika Minum Minuman Beralkohol Dibahas di Festival Arak
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Festival arak bertajuk Bali Native Arak Festival yang dihelat sebulan sekali kali ini menyasar Gianyar. Festival digelar di Warung Siggi, Kecamatan Blahbatuh.
Festival sebelumnya mengambil tempat di lokasi berbeda dan berlangsung bergilir keliling Bali. Kegiatan yang diselennggarakan oleh Koperasi Arak Semeton Bali bertujuan untuk memperkenalkan kembali tentang produk Arak Bali yang merupakan warisan Budaya Bali.
“Setiap eventnya memberikan pemahaman tentang tata cara beretika minuman beralkohol serta mengembangkan ekonomi kreatif sehingga dapat menumbuhkan sektor perekonomian,” ujar penanggung jawab kegiatan, I Made Oka Wijaya.
Dikatakannya, diadakan event ini supaya arak Bali bisa mendapat legalitas yang jelas. “Agar bisa dilirik oleh pabrikan dan punya brand, terlindungi secara hukum,” harap dia.
Arak yang dipamerkan saat festival, terdiri dari arak yang yang diproduksi oleh petani arak. Selanjutnya arak ini dijual oleh pelaku UMKM. Arak yang dijual pun dimix dengan bahan organik.
Hadir dalam acara, yakni Anggota DPD Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa, Komandan Unit Inteldim 1616/Gianyar Letda Inf Karel Aldris P, Ketua Panitia Event Siggi Mabora penggelar Bali Native Arak Festival, Dewa Ketut Mahardika, Pengurus Koperasi Arak Semeton Bali, Management Warung Siggi Ibu Lina dan Para Sponsor pendukung Acara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 1006 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 399 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun