Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Politikus PDIP Sebut Cawapres Ganjar Mengerucut 3, Ada RK dan Mahfud
beritabali.com/cnnindonesia.com/Politikus PDIP Sebut Cawapres Ganjar Mengerucut 3, Ada RK dan Mahfud
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Politikus PDIP Deddy Yevry Sitorus mengakui ada tiga nama paling sering dibahas dan dianggap paling potensial untuk menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Menurut Deddy, ketiga nama tersebut mengerucut dari semua total ada 12. Kemudian menyusut menjadi 10, dan tujuh nama.
"Semua masih punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Masih ditimbang-timbang. Tapi ada tiga nama memang yang paling sering dibicarakan," kata Deddy saat dihubungi, Senin (11/9).
Deddy hanya mengungkap dua di antara tiga nama tersebut. Keduanya yakni Menko Polhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia enggan mengungkap satu nama lainnya.
"Pasti ada Ridwan Kamil, ada Pak Mahfud, ada yang lain juga gitu loh," kata dia.
Namun, Deddy menyebut partainya tetap membuka peluang terhadap nama-nama lain yang belum beredar. Menurut dia, penentuan satu nama cawapres Ganjar masih akan melihat dinamika yang berkembang.
Satu nama cawapres Ganjar, lanjut dia, akan dibahas dan diputuskan Megawati Soekarnoputri bersama para ketua umum koalisi dari PPP, Perindo, dan Hanura.
"Ada beberapa nama yang sedang didalami di kita. Nanti bersama ketua umum partai lain, bersama Pak Ganjar, apakah di antara itu sudah pasti jadi wakil? Ya kita jangan mendahului takdir, bisa saja berubah," ucapnya.
Sementara itu, RK dan Mahfud belakangan membenarkan sempat bertemu dengan Megawati. Namun, keduanya membantah pertemuan tersebut membahas soal tawaran cawapres.
RK mengatakan pertemuannya dengan Mega hanya membahas soal rencana pembangunan monumen Sukarno di Bandung. Sementara Mahfud enggan mengungkap topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
"Saya tahu itu bukan domain saya. Bu Megawati lebih tahu semuanya tentang setiap orang. Jadi kita enggak bicara itu, menghormati aja," kata dia, Senin (11/9).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan