Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Politikus PDIP Sebut Cawapres Ganjar Mengerucut 3, Ada RK dan Mahfud
beritabali.com/cnnindonesia.com/Politikus PDIP Sebut Cawapres Ganjar Mengerucut 3, Ada RK dan Mahfud
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Politikus PDIP Deddy Yevry Sitorus mengakui ada tiga nama paling sering dibahas dan dianggap paling potensial untuk menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Menurut Deddy, ketiga nama tersebut mengerucut dari semua total ada 12. Kemudian menyusut menjadi 10, dan tujuh nama.
"Semua masih punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Masih ditimbang-timbang. Tapi ada tiga nama memang yang paling sering dibicarakan," kata Deddy saat dihubungi, Senin (11/9).
Deddy hanya mengungkap dua di antara tiga nama tersebut. Keduanya yakni Menko Polhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia enggan mengungkap satu nama lainnya.
"Pasti ada Ridwan Kamil, ada Pak Mahfud, ada yang lain juga gitu loh," kata dia.
Namun, Deddy menyebut partainya tetap membuka peluang terhadap nama-nama lain yang belum beredar. Menurut dia, penentuan satu nama cawapres Ganjar masih akan melihat dinamika yang berkembang.
Satu nama cawapres Ganjar, lanjut dia, akan dibahas dan diputuskan Megawati Soekarnoputri bersama para ketua umum koalisi dari PPP, Perindo, dan Hanura.
"Ada beberapa nama yang sedang didalami di kita. Nanti bersama ketua umum partai lain, bersama Pak Ganjar, apakah di antara itu sudah pasti jadi wakil? Ya kita jangan mendahului takdir, bisa saja berubah," ucapnya.
Sementara itu, RK dan Mahfud belakangan membenarkan sempat bertemu dengan Megawati. Namun, keduanya membantah pertemuan tersebut membahas soal tawaran cawapres.
RK mengatakan pertemuannya dengan Mega hanya membahas soal rencana pembangunan monumen Sukarno di Bandung. Sementara Mahfud enggan mengungkap topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
"Saya tahu itu bukan domain saya. Bu Megawati lebih tahu semuanya tentang setiap orang. Jadi kita enggak bicara itu, menghormati aja," kata dia, Senin (11/9).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1970 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun