Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Rusia Klaim Lumpuhkan 7 Drone Ukraina di Moskow dan Crimea
BERITABALI.COM, DUNIA.
Konflik Rusia dan Ukraina belum ada tanda-tanda mereda. Kedua militer mereka masih baku hantam sangat sengit.
Kabar terbaru, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia mengklaim telah menembak jatuh tujuh drone Ukraina. Satu drone jatuh di pinggiran Moskow, dan enam yang lain di Crimea.
Dalam unggahan di Telegram, Kemenhan Rusia menyatakan satu drone berhasil dicegat di Distrik Istrinsky, Moskow pada Sabtu (16/9), sekitar pukul 01.45 waktu setempat.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan tak ada korban jiwa imbas tembak jatuh drone Ukraina itu.
"Menurut data awal, tidak ada kerusakan atau korban jiwa di lokasi jatuhnya puing-puing," tulis Sobyanin di Telegram, seperti dikutip AFP.
Ia juga mengatakan badan layanan darurat sedang memeriksa di lokasi kejadian.
Di hari yang sama, pasukan Rusia juga menembak dua drone Ukraina pada pukul 01:15 di pantai barat Crimea, dan empat drone lain yang terdeteksi dan berhasil dihancurkan di semenanjung itu sekitar pukul 01:45 hingga 02:20.
Sejak Juni, Ukraina melancarkan serangan balasan ke Rusia. Namun, Rusia melewati gelombang serangan pesawat tak berawak yang secara sporadis merusak bangunan, termasuk di ibu kota.
Ukraina gencar melakukan serangan balik karena disebut hanya memiliki waktu kurang dari sebulan untuk menyerang pasukan Rusia. Sementara itu sejumlah pihak menduga serangan balasan ini tak memberikan kemenangan signifikan bagi Ukraina.
Komandan Angkatan Darat Amerika Serikat, Jenderal Mark Milley, mengatakan usai 30 hari ke depan, cuaca bakal menjadi lebih dingin sehingga bisa menghambat pasukan Ukraina untuk melancarkan serangan.
Tahun lalu, pasukan Ukraina sempat kelimpungan saat harus bertempur di tengah hujan musim gugur dan musim dingin.
Tak cuma soal cuaca, pasukan Ukraina juga kewalahan karena peralatan dan amunisi yang tak memadai ketika itu.
Kepala Intelijen Militer Ukraina Letnan Jenderal Kyrylo Budanov mengakui lebih sulit bertarung dalam cuaca dingin dan basah.
Budanov juga menerangkan salah satu tantangan sulit saat cuaca dingin yakni kendaraan beroda yang tak mudah dioperasikan, seperti tank.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan