Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
1.107 ODGJ di Karangasem, Dinkes Ungkap Faktor Utama Pemicunya
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hingga pertengahan tahun 2023, seribu lebih warga Karangasem terdata mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ), dimana mayoritas penderitanya didominasi oleh kalangan remaja hingga dewasa dengan rentang usia mulai dari 15 tahun hingga 59 tahun.
Kondisi ini diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama saat dikonfirmasi, Kamis (21/9/2023). Ia mengatakan berdasarkan data Dinkes, saat terdapat sebanyak 1.107 ODGJ yang tersebar di seluruh Kecamatan se-Kabupaten Karangasem.
Banyaknya penderita gangguan jiwa ini, kata Putra Pertama, dipicu oleh depresi yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti tekanan ekonomi, masalah keluarga dan persoalan lainnya. Dari sekian jumlah ODGJ tersebut, jumlah penderita paling banyak berasal dari wilayah Kecamatan Karangasem sebanyak 244 penderita.
"Untuk penderita ODGJ ini, ada yang masih dirawat di Rumah Sakit Jiwa Bangli serta ada juga yang menjalani rawat jalan. Dari Dinas Kesehatan sendiri telah berupaya untuk melakukan penangananan untuk menekan angka penderita ODGJ di Karangasem," kata Putra Pertama.
Menurut Pertama, jumlah ODGJ di Karangasem sudah menurun jika dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 1.500-an ODGJ di Karangasem. Penurunan ini terjadi kemungkinan karena sudah ada yang sembuh serta ada juga yang telah meninggal dunia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2037 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun