Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Rusia Bantah Bantu Robert Fico Menang Pemilu di Negara NATO
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia membantah terlibat dalam pemilihan umum (Pemilu) di negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) usai tokoh pro-Kremlin, Robert Fico, menang di kontestasi politik pada pekan lalu.
Slovakia merupakan negara anggota NATO. Mereka belum lama ini menggelar Pemilu.
"Kami tidak campur tangan dengan urusan domestik di negara lain dan kami tidak terlibat dalam pergantian rezim," demikian pernyataan Rusia, dikutip AFP, Senin (2/10).
Berdasarkan hasil penghitungan suara partai Fico, Smer-SD, meraih 23 persen suara.
Kremlin juga membantah karakterisasi Smer-SD sebagai partai pro-Rusia.
"Kita menghadapi situasi di mana politisi mana pun yang cenderung memikirkan kedaulatan negaranya dan membela kepentingan negaranya, dianggap pro-Rusia. Ini tidak masuk akal," demikian menurut Kremlin, dikutip AFP.
Kementerian Luar Negeri Slovakia sebelumnya menuding Rusia berada di balik kemenangan Fico agar negara anggota NATO itu tak mendukung Ukraina.
"Kami menilai penyesatan informasi yang sengaja disebarluaskan sebagai campur tangan federasi Rusia dalam proses di pemilu di Republik Slovakia tak dapat diterima," demikian rilis Kemlu Slovakia.
Kemlu Slovakia lalu memanggil pejabat Kedutaan besar Rusia untuk Slovakia dan meminta Moskow menyetop aktivitas penyesatan informasi di negara itu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Matthew Miller, menyatakan pihaknya terus menjalin kontak dengan pemerintah Slovakia terkait tuduhan bahwa Rusia terlibat dalam pemenangan Fico.
"Amerika Serikat tak bersikap untuk berpihak soal urusan pemilihan umum negara lain, akan melanjutkan kerja sama dengan pemerintahan yang dipilih rakyat Slovakia," ujar Miller.
Kemenangan Fico di pemilu Slovakia memicu ketakutan sejumlah pihak terutama Barat menyoal sikap mereka terkait Ukraina.
Fico pernah menyatakan tak akan mengirimkan satu peluru pun ke Ukraina jika menjadi Perdana Menteri Slovakia. Ia juga mengatakan bakal bekerja sama lebih erat dengan Rusia.
"Kami siap membantu Ukraina dengan cara kemanusiaan, kami siap membantu rekonstruksi negara itu, tapi Anda tahu pendapat kami soal mempersenjatai Ukraina," ujar dia, dikutip The Guardian.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan