Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Titik Api Menghilang, 745 Hektare Hutan Lereng Gunung Agung Hangus Terbakar
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Titik api kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Agung, Karangasem, Bali pada Selasa (17/10/2023) siang ini sudah tak lagi terpantau.
Namun demikian, potensi kebakaran hutan diperkirakan masih bisa terjadi kembali, menyusul hingga kini wilayah Kabupaten Karangasem masih dilanda musim kemarau.
"Pemantauan pagi ini nihil titik api, ya melihat kondisi cuaca kemungkinan potensi kebakaran masih bisa saja terjadi, meski titik api sudah tidak terpantau lagi, tapi kami terus melakukan pemantauan," terang Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arbawa saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, sejak awal terjadinya kebakaran hutan pada 27 September 2023 lalu, total luas kebakaran hutan di wilayah hutan lindung lereng Gunung Agung sudah mencapai 745 hektare sesuai dengan data dari pihak KPH Bali Timur.
Sementara itu, adapun upaya yang telah dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan meluas ke areal kebun warga berupa membuat sekat bakar serta melakukan pemadaman secara manual jika memungkinkan, mengingat lokasi kebakaran sangat sulit untuk dijangkau petugas pemadam kebakaran.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2403 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun