Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Hamas Sebut 55 Orang Tewas Jelang Invasi Israel ke Jalur Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok Hamas Palestina melaporkan sebanyak 55 orang tewas akibat gempuran Israel pada Sabtu (21/10) malam. Serangan ini berlangsung kala Israel bersiap melancarkan invasi darat ke Jalur Gaza.
"Lebih dari 55 orang (mati) syahid," kata kantor pers pemerintahan Hamas melalui sebuah pernyataan pada Minggu (22/10).
Kantor Hamas menuturkan lebih dari 30 rumah juga hancur akibat gempuran Israel ini, yang berlangsung beberapa jam setelah militer Israel menyatakan akan meningkatkan serangan ke Jalur Gaza.
Hamas, yang mengontrol Jalur Gaza, menuturkan lebih dari 4.300 orang tewas akibat serangan Israel ke wilayahnya itu sejak 7 Oktober lalu. Sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil.
Israel juga telah mengerahkan puluhan ribu tentara ke perbatasan dekat Gaza menyusul Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang telah memberi lampu hijau militer untuk melancarkan invasi darat.
Invasi darat ini dilancarkan demi memburu milisi Hamas. Sejauh ini, sejumlah petinggi Hamas juga telah tewas akibat gempuran Israel sejak 7 Oktober lalu.
"Mulai hari ini, kami meningkatkan serangan dan meminimalkan bahaya," kata juru bicara militer Israel pada Sabtu malam.
"Kami akan meningkatkan serangan dan oleh karena itu saya meminta warga Kota Gaza untuk terus bergerak ke selatan demi keselamatan mereka."
Israel telah berulang kali mendesak 1,1 juta orang di Gaza untuk pindah ke selatan wilayah itu demi menghindari gempuran Israel yang akan berpusat ke utara.
Menteri Ekonomi Israel Nir Barkat mengatakan pemerintahan PM Benjamin Netanyahu telah memberikan persetujuan kepada tentara untuk melancarkan operasi memberangus pasukan Hamas.Barkat mengatakan kini keputusan berada di tangan militer Israel.
"Pemerintah Israel telah mengambil keputusan, memberikan lampu hijau kepada tentara untuk memusnahkan mereka dan kini keputusan itu ada di tangan tentara," kata Barkat pada Kamis (19/10) seperti dikutip CNN.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan pasukan telah berkumpul di perbatasan dekat Gaza.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun