Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Sekda Made Indra Ungkap Cara Efektif Pemadaman TPA Suwung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Regional Sarbagita (TPA Suwung) Kota Denpasar sudah mulai berkurang berkat Teknik pemadaman baru.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra pada Rabu (25/10/2023) mengungkap cara efektif cara pemadaman kebakaran TPA Suwung.
"Kami upayakan secepatnya karena baru menemukan tekniknya. Di awal-awal sudah terus dilakukan upaya, tetapi tidak efektif. Sekarang sudah menemukan cara yang lebih efektif," katanya.
Menurutnya berbagai upaya pemadaman di lapangan yang sudah dilakukan memberikan banyak Pelajaran.
Diantaranya seperti penggunaan helikopter pengebom air dan penyemprotan air menggunakan armada pemadam kebakaran, telah dilakukan untuk memadamkan kebakaran di TPA terbesar di Provinsi Bali itu.
Baca juga:
TPA Suwung: Itu Hanya 'Joke'">Jaya Negara Klarifikasi Soal Sayembara Turunkan Hujan di TPA Suwung: Itu Hanya 'Joke'
"Ini berbeda dengan penanganan kebakaran lahan hutan atau gambut yang apinya di permukaan, sedangkan di TPA itu apinya jauh di dalam," ujarnya.
Kini menurut Dewa Indra, helikopter tak lagi menyiram sambil berjalan namun berhenti di titik tertentu yang diperkirakan ada api, lalu air dengan volume lebih besar jatuh di titik itu.
Adapun upaya pemadaman ini tidak hanya melibatkan jajaran pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Bali beserta jajaran TNI dan Polri, namun hingga meminta bantuan Kementerian Kehutanan.
"Kami meminta bantuan petugas Manggala Agung. Mereka orang-orang yang sudah profesional untuk pemadaman kebakaran," katanya.
Teknik baru untuk pemadaman TPA Suwung dengan membuka tumpukan sampah tertentu yang asapnya besar lalu disemprot dengan damkar dan penyemprot air.
"Dengan cara yang baru ini per kemarin kita perkirakan sudah 50 persen bisa dipadamkan," ujarnya.
Ia juga telah menyampaikan kepada pemkab/pemkot se-Bali agar belajar dari pengalaman kebakaran TPA Suwung, lalu diikuti TPA Mandung, Kabupaten Tabanan dan TPA Temesi, Kabupaten Gianyar.
"Saya menarik pembelajaran bahwa di tengah temperatur udara yang sangat panas ini maka potensi terjadinya kebakaran TPA bisa sangat tinggi," kata mantan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali itu.
Oleh sebab itu, ia mengemukakan pentingnya pencegahan dini kebakaran di TPA. Antisipasi itu sudah dilakukan oleh Kabupaten Buleleng dengan melakukan pembukaan tumpukan sampah agar berongga.
"Jadi disiram ditambah dengan garam, 'kan garam mendinginkan. Dengan cara begitu, astungkara TPA sampah di Buleleng tidak terbakar. Ini yang lain kami minta juga begitu, jadi ada pencegahan supaya tidak terus berlanjut," ucapnya. (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun