Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Dua Kali Gagal, Wartawan di Gianyar Dewa Nyoman Nyaleg Ketiga Kalinya
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sosok wartawan senior asal Kecamatan Gianyar, I Dewa Nyoman Gede Agung, berulang kali ikut hajatan Pileg. Dua kali gagal, pada Pileg 2014 lewat Nasdem dan Pileg 2019 lewat Perindo langkahnya gagal ke DPRD Gianyar. Ia tak menyerah dan berjuang lagi di Pileg 2024 lewat Gelora.
Niatnya maju sebagai DPRD ingin membenahi berbagai persoalan. Pertama, pendidikan yang belum merata. "Ada anak putus sekolah gak bisa lanjutkan sekolah padahal orangnya pintar," ujar dia, Rabu (29/11/2023).
Dia berniat membantu anak-anak seperti itu yang masih ada di Gianyar. "Itu harus diperhatikan. Jangan sampai beda warna, pelayanan pendidikan berbeda,” jelas caleg Gelora DPRD Gianyar urut 2 itu.
Perjuangan lainnya, soal aset tanah Pasar Rakyat Gianyar. Sebagai Krama desa adat Gianyar, Dewa Nyoman ingin tanah pasar kembali milik adat seperti dulu.
"Bagaimana aset dan bagaimana pengadaan. Jangan asal catat, harus dilihat dulu, latar belakang dan sejarah tanah itu. Jangan pemerintah merampas hak tanah rakyat," harap dia.
Dewa Nyoman kini berjuang untuk mewujudkan itu. Meski naik kendaraan partai baru, ia tetap berjuang. "Kami tetap berusaha," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1855 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1754 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun