Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Survei Indikator Catat Prabowo Makin Sering Disebut di Awal Kampanye
beritabali.com/cnnindonesia.com/Survei Indikator Catat Prabowo Makin Sering Disebut di Awal Kampanye
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Survei Indikator Politik Indonesia mencatat nama bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka makin sering disebut di masa awal kampanye Pilpres 2024.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan temuan itu mengacu pada hasil survei yang digelar pada 23 November-1 Desember 2023.
"Seiring pemilu makin mendekat, memang ada indikasi dukungan secara spontan terhadap Prabowo Subianto meningkat," ujar Burhanuddin di sesi rilis Indikator Politik versi daring, Sabtu (9/12).
"Prabowo paling banyak disebut, 38,2 persen, diikuti Mas Ganjar dengan 20,4 dan Mas Anies dengan 19,1 persen. Dua nama terakhir selisihnya tidak terlalu jauh," sambungnya.
Dalam pemaparannya, Burhanuddin memaparkan bahwa angka-angka tersebut merupakan hasil simulasi top of mind atau seberapa melekat nama paslon di benak pemilih. Menurutnya, semakin sering nama paslon disebut, maka semakin besar elektabilitas pasangan.
Selain itu, Burhanuddin juga memastikan bahwa ketidaktahuan pemilih terhadap nama-nama pasangan calon presiden ini semakin mengecil, yang kini hanya menyisakan 20,8 persen.
"Mereka yang merespons tidak tahu atau tidak menjawab (TT/TJ) itu semakin mengecil," ujarnya.
Melalui data yang dipaparkan, ia mengatakan menguatnya nama Prabowo di benak pemilih beriringan dengan penurunan dukungan secara spontan ke Ganjar.
Adapun survei nasional ini dilakukan selama periode 23 November - 1 Desember 2023. Responden survei merupakan WNI berusia 17 tahun ke atas yang memiliki hak pilih pada Pemilu. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling.
Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.200 responden, dan memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dengan responden dilakukan lewat tatap muka oleh pewawancara yang dilatih.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun