Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
KPU Jembrana Mulai Proses Perakitan 4.500 Kotak Suara Pemilu 2024
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Gedung Auditorium Jembrana, Jalan Mayor Sugianyar, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, menjadi saksi dimulainya proses perakitan 4.500 kotak suara oleh KPU Jembrana untuk Pemilu 2024 pada Kamis (14/12/2023).
Meskipun ditargetkan selesai dalam 3-4 hari, dengan hanya 9 tenaga pada hari pertama, perkiraan tambahan waktu satu hari diperlukan.
Ketua KPU Jembrana I Ketut Adi Sanjaya mengungkapkan meski hanya 9 orang yang hadir pada hari pertama, sudah berhasil merakit 1.292 kotak suara tanpa adanya kerusakan.
Adi Sanjaya juga menyampaikan selain perakitan kotak suara, beberapa logistik seperti tinta dan bilik suara telah disetting penempatannya per kecamatan.
"Logistik yang belum kita terima seperti surat suara, formulir, sampul, dan template daftar calon tetap (DCT) masih menunggu pengiriman, dengan surat suara Pilpres dijadwalkan tiba dari Klaten, Jawa Tengah, pada 22 Desember," imbuhnya.
Proses perakitan kotak suara ini merupakan bagian dari persiapan menyeluruh KPU Jembrana menjelang Pemilu 2024, dengan harapan semuanya dapat berjalan lancar hingga hari pemungutan suara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun