Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Jenderal Pemimpin IRGC Iran Tewas Akibat Serangan Israel di Suriah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Komandan Pasukan Pengawal Revolusioner Iran (IRGC) Sayyed Razi Mousavi dikabarkan tewas akibat serangan udara Israel di Suriah.
"Razi Moussavi tewas dalam serangan oleh Zionis beberapa jam yang lalu di distrik Zeinabiyah (Sayyida Zeinab) di pinggiran Damaskus," demikian Kantor Berita Iran, IRNA mengabarkan seperti dikutip AFP, Senin (25/12).
Moussavi dikenal sebagai salah satu penasihat paling berpengalaman dari Korps Pengawal Revolusioner Islam di Suriah.
Kabar kematian tersebut dibenarkan oleh Pasukan Pengawal Revolusioner Iran. Razi Mousavi merupakan pimpinan yang memiliki pangkat jenderal mayor dan bertanggung jawab atas unit dukungan unit perlawanan di Suriah.
Mereka menyatakan Israel akan "membayar" atas pembunuhan tersebut.
Israel selama bertahun-tahun telah melancarkan serangan terhadap pasukan Iran di Suriah, di mana Tehran merupakan penyokong utama rezim Presiden Bashar al-Assad sejak perang mulai berkecambuk pada 2011.
Pada awal bulan ini, Iran mengatakan serangan Israel telah menewaskan dua anggota Pasukan Pengawal Revolusioner di Suriah yang bertugas sebagai penasihat militer di sana.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun