Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Dua Orang Jadi Korban Residivis Penipuan Kavling Tanah di Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Satuan Reskrim Polres Jembrana mengungkap kasus penipuan kavling tanah yang melibatkan I Wayan Subadia (64), seorang residivis dari Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, mengatakan penangkapan terjadi setelah M. Juhri melaporkan penipuan yang dialaminya saat membeli tanah kavling di Kelurahan Lelateng, Jembrana.
Menurut Tri, korban tertarik membeli setelah melihat brosur yang menjanjikan tanah kavling yang telah dibayar lunas kepada pemilik sebelumnya. Pelaku, I Wayan Subadia, meyakinkan korban bahwa semua biaya pengurusan akan ditanggungnya.
"Korban percaya dan membeli dua bidang tanah kavling. Namun, hingga saat ini, pelaku tidak memenuhi janji pembayaran dan pengurusan hak tanah," terang Tri Kamis (04/01/2024)
Kasus serupa dialami oleh Ramdani, yang juga menjadi korban penipuan Subadia. Kedua korban telah menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku tanpa mendapatkan yang dijanjikan.
Tri mengungkapkan bahwa pelaku sebelumnya pernah dihukum penjara pada tahun 2016 karena kasus serupa. Saat ini, pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana tentang Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Kapolres mengimbau masyarakat Jembrana yang mungkin menjadi korban agar melaporkan ke Satuan Reskrim Polres Jembrana dan meningkatkan kewaspadaan dalam membeli tanah, mengingat modus penipuan semacam ini masih dapat terjadi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan