Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
KPU Sebut Belum Ada Opsi Debat Pilpres Tanpa Penonton
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku belum pernah mengkaji opsi untuk menghelat debat Pilpres 2024 tanpa penonton.
Hal itu disampaikan Komisioner KPU RI August Mellaz usai rapat evaluasi dengan tim pasangan calon (paslon) di Kantor KPU RI, Jakarta, Rabu (10/1).
"Opsi-opsi itu belum sampai ke sana," ujar August.
Pada prinsipnya, lanjut August, penonton yang hadir mesti mematuhi tata tertib yang telah ditentukan oleh penyelenggara. KPU menyediakan kesempatan untuk selebrasi pada saat jeda debat.
Namun demikian, KPU, lanjut August, melakukan observasi terhadap hal-hal yang dilakukan penonton saat debat berlangsung. KPU juga menerima catatan dari masing-masing tim paslon terkait penyelenggaraan debat Minggu (7/1) lalu.
"Sekaligus kami periksa dengan dokumen-dokumen yang kami miliki," tambah August.
Dalam rapat itu, lanjut August, KPU juga menyampaikan evaluasi teknis pada debat ketiga Pilpres 2024 kemarin. Salah satunya soal moderator yang semestinya tak diganggu oleh apa pun, termasuk didatangi tim paslon.
KPU juga menyoroti umpatan yang dilemparkan penonton kepada salah satu calon pada debat kemarin. Hal ini juga menjadi salah satu bagian dari evaluasi.
"Nah, itu [umpatan penonton pada calon] bagian dari evaluasi. Karena, itu, kan, bisa menjatuhkan seseorang kemudian bisa dianggap kebencian gitu kan. Itu sama sekali dilarang," kata August.
Akui ibu teriaki Anies termasuk undangan KPU
Dalam kesempatan itu, August juga mengakui bahwa seorang perempuan yang meneriaki capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat debat kemarin termasuk tamu undangan dari KPU.
"Yang jelas, itu memang orangnya berada di kursi undangan. Jadi, undangannya, kan, mau tidak mau dari KPU," kata dia.
Tindakan perempuan berhijab yang videonya kini viral itu menjadi bagian dari evaluasi KPU dalam rapat bersama tim pasangan calon.
Namun, hingga saat ini, KPU masih belum mengetahui identitas dari perempuan yang dimaksud. August mengatakan, pihaknya bakal melakukan pemeriksaan internal.
Dalam hal ini, August mengatakan ada banyak dinamika yang terjadi sepanjang debat. Namun demikian, pihaknya berharap agar hal-hal serupa tak terulang pada debat berikutnya.
"Jadi gini, semua tim paslon, kan, ada pendukungnya. Nah, kemudian situasi di dalam forum, kan, ada dinamikanya. Tetapi kasus-kasus yang spesifik, kan, kami harus dalami lebih lanjut," pungkasnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan