Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Tabrak Tiang Telepon, Pemotor di Buleleng Tewas Terlempar di Semak-Semak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng mengalami hilang kendali saat mengendarai sepeda motor scoopy DK 6036 EW hingga mengakibatkan tewas di tempat setelah terlempar ke semak-semak bambu akibat menabrak tiang telpon yang berada di kiri jalan raya.
Laka lantas yang terjadi Minggu 14 Januari 2024 sekitar pukul 07.00 WITA di lintasan jalan Singaraja Sudaji, tepatnya di Dusun Tengah Desa Sinabun Kecamatan Sawan mengakibatkan, Gede Sutayasa (33) meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUD Kabupaten Buleleng.
“Bermula dari pengendara Scoopy DK 6036 EW yang datang dari arah utara menuju selatan pada saat melintas di TKP tidak bisa menguasai kendaraanya sehingga menabrak tiang telpon sebelah kiri jalan dari utara. Diduga untuk sementara pengendara kurang konsentrasi saat berkendaraan sehingga terjadi menabrak tiang telepon,” ungkap Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika.
Korban dalam musibah lakalantas tersebut mengalami luka benjolan pada kepala samping kanan, luka terbuka di dahi, luka pada bibir, tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal oleh team medis RSUD Buleleng saat korban dibawa ke IRD RSUD Buleleng.
Sementara, upaya penanganan telah dilakukan Unit Lantas Polsek Sawan dengan mendengarkan keterangan saksi-saksi termasuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti sepeda motor scoopy DK 6036 EW yang mengalami ringsekpada bagian depan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan