Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Mahfud Buka Suara Soal Medsos Pribadi Diduga Diretas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut tak ada nilai politis dalam peretasan akun media sosial Instagramnya.
Mahfud menilai peretasan itu tidak serius. Dia memastikan akun Instagram @mohmahfudmd sudah kembali.
"Hanya sempat memposting satu gambar yang juga tidak punya nilai politis apa-apa. Kayaknya orang mainan," kata Mahfud di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/1).
Mahfud berkata tidak perlu ada pengusutan lebih lanjut. Menurutnya, pemerintah tidak akan menyikapi hal itu.
"Gitu-gitu kan banyak. Politisi banyak, tokoh-tokoh, figur publik, juga banyak. Itu biasa orang nakal gitu," ujar pria yang kini menjadi cawapres nomor urut 3 itu.
Akun Instagram @mohmahfudmd sempat diretas pada Selasa (16/1) siang. Akun itu tiba-tiba mengunggah video beberapa orang dengan seragam militer saling menyundul bola. Unggahan itu disertai bahasa asing.
Akun tersebut baru bisa dipulihkan sekitar pukul 18.00 WIB. Staf Khusus Menko Polhukam Mahfud MD Rizal Mustary menyebut tim pengelola sudah berhasil mengambil alih akun dari peretas.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun