Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Sempat Sesak, Praktisi Desa Wisata Mangku Kandia Dikremasi di Punduk Dawa
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Praktisi desa wisata, Mangku Nyoman Kandia (57) meninggal dunia pada Senin (16/1/2024). Kandia yang juga Ketua Pokdarwis Bali dan Ketua PHDI Ubud serta tim ahli bupati telah dikremasi di krematorium Punduk Dawa Klungkung pada Rabu (17/1/2024).
Mangku Kandia meninggalkan seorang istri dan dua orang anaknya. Semasa hidup, Mangku Kandia disibukkan dengan urusan ke luar kota.
Baca juga:
Sekretaris TKD Bali I Ketut Ridet Meninggal karena Kecelakaan, De Gadjah: Sosok Energik dan Pejuang
Putri bungsu almarhum, Ni Kadek Ayu Diah Natalia (26) menyatakan Mangku Kandia sempat sibuk dan tugas ke Jogjakarta selama 4 hari.
"Pulang dari Jogja, kakinya bengkak dan dada sesak katanya, langsung diajak ke klinik, tapi dirujuk ke unit jantung di Sanglah," jelas dia.
Semasa hidup, sosok Mangku Kandia dikenal bertanggung jawab. "Di usianya ini, bapak mencapai semua yang dia mau, termasuk menikahkan anaknya," jelas dia.
Selain itu, rasa optimis yang kerap dibangun adalah membangun masyarakat desa untuk memperdayakan desa wisata di Bali. "Bapak orangnya tanggung jawab. Bahkan saat pandemi pernah zoom meeting sampai 50 kali sehari," kenangnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun