Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Nego Gencatan Senjata, Netanyahu Tawarkan Bos Hamas Keluar dari Gaza
beritabali.com/cnnindonesia.com/Nego Gencatan Senjata, Netanyahu Tawarkan Bos Hamas Keluar dari Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut mengusulkan pemimpin senior Hamas Palestina dapat meninggalkan Jalur Gaza sebagai tawaran kesepakatan gencatan senjata.
Dua pejabat yang mengetahui proses perundingan mengatakan kepada CNN bahwa tawaran dari Israel ini belum pernah diusulkan sebelumnya.
Terlebih, Israel masih terus menggempur Jalur Gaza secara brutal dengan dalih memberangus para pemimpin dan anggota Hamas sejak hampir empat bulan terakhir.
Meski begitu, Israel sampai saat ini masih belum bisa menangkap atau membunuh pemimpin tertinggi Hamas di Gaza. Israel juga mengaku kekuatan tempur Hamas masih 70 persen walau sudah sejak 7 Oktober berperang.
Pejabat tersebut memaparkan tawaran Israel ini setidaknya telah dibahas oleh Tel Aviv sebanyak dua kali dalam perundingan selama beberapa minggu terakhir. Pertama, pembahasan disebut berlangsung di Warsawa antara Kepala Intelijen Mossad Israel, David Barnea.
Pembahasan kedua berlangsung dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken di Doha.
Meski begitu sebagian besar pejabat yang terlibat yakin bahwa tawaran Israel ini akan ditolak oleh Hamas.
Dikutip CNN, usulan Israel ini memang dianggap menguntungkan pihak Hamas. Namun, di sisi lain, usulan Israel ini juga disebut dapat melemahkan cengkraman Hamas di Jalur Gaza.
Hal itu memungkinkan Israel untuk terus melacak target-target penting Hamas di luar negeri.
Petinggi Hamas tersebar dan tinggal di berbagai negara seperti Doha Qatar, Beirut Lebanon, hingga wilayah lain di luar Palestina.
Laporan ini muncul setelah Netanyahu menolak syarat negosiasi dari Hamas.
Hamas sebelumnya mengajukan dua syarat bagi Israel sebagai imbal balik pembebasan sandera yang ditawan kelompok tersebut.
Syarat yang diajukan Hamas adalah penarikan total pasukan Israel dari Jalur Gaza dan kembali mengakui Hamas yang memerintah wilayah tersebut.
Netanyahu kemudian menyatakan bahwa memenuhi dua syarat dari Hamas itu sama saja dengan mengabaikan upaya pasukan Israel sia-sia dalam menjalankan operasi militer.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5919 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2609 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan