Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pengabenan Kusa Prenawa Manusia Purba di Gilimanuk Libatkan Desa Adat
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Upacara pengabenan Kusa Prenawa untuk manusia prasejarah yang ada di Museum Purbakala Gilimanuk melibatkan seluruh Desa Adat se-Kecamatan Melaya.
Rangkaian prosesi pengabenan akan dimulai pada tanggal 26 Januari hingga 3 Februari 2024 yang puncak acaranya berlangsung pada tanggal 1 Februari 2024.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan pelaksanaan upacara pengabenan ini dikarenakan kerangka manusia prasejarah yang berada di museum Purbakala Gilimanuk belum pernah di upacara atau disucikan.
"Manusia prasejarah dari rekam jejak yang ada di Gilimanuk ternyata prosesi pengabenan atau penyucian ini belum pernah dilaksanakan," ucap Bupati Tamba ditemui usai melaksanakan rapat bersama panitia pengabenan dan bendesa adat sekecamatan Melaya di Kantor Bupati Jembrana, Rabu (24/1/2024).
Pihaknya melibatkan seluruh jajaran desa adat se-Kecamatan Melaya untuk ikut bergotong-royong melaksanakan upacara pengabenan ini. Menurutnya, upacara ini bukan hanya tanggung jawab di kecamatan Melaya saja tapi kewajiban bersama dan Pemerintah Kabupaten Jembrana menyucikan Jembrana ini.
"Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran Majelis Alit dan Bendesa Adat se-Kecamatan Melaya tergabung dalam satu panitia pelaksana untuk menyukseskan prosesi daripada acara pengabenan Kusa Prenawa," ucapnya.
Selain pengabenan untuk manusia prasejarah yang ada di Gilimanuk, Bupati Tamba juga mengungkapkan prosesi itu juga rencananya akan melibatkan 275 kerangka manusia prasejarah yang menjadi bahan penelitian dan saat ini tersimpan di laboratorium Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
"Hari ini ada kerangka manusia prasejarah yang tersimpan di laboratorium Universitas Gajah Mada sebanyak 275 kerangka. Ini pun harus kita pendak," ujarnya.
Pihaknya juga mengatakan akan mengundang arkeolog dari Universitas Gajah Mada untuk memberikan penjelasan terkait dengan sejarah keberadaan kerangka manusia prasejarah yang berada di museum Purbakala Gilimanuk. Sehingga ada peningkatan literasi serta wawasan bagi masyarakat setempat.
"Di puncak acara kita juga mengundang ahli arkeologi dari Universitas Gajah Mada yang akan memberikan pencerahan di puncak acara, karena mereka ini yang melakukan penelitian selama ini. Dari situ kita paham apa itu sebenarnya museum prasejarah yang ada di Gilimanuk ini," tuturnya.
Bupati Tamba pun berharap setelah dilaksanakan upacara pengabenan Kusa Prenawa ini akan membawa kedamaian sehingga program-program Pemerintah Kabupaten Jembrana dapat terlaksana dan semua masyarakat merasa bahagia.
"Mudah-mudahan Jembrana menjadi lebih baik, semuanya akan bisa terlaksana, program-program Pemerintah Kabupaten Jembrana berjalan baik serta masyarakat Jembrana bisa lebih sejahtera dan sehat," harapnya.
Sementara itu Ketua Panitia Pengabenan Kusa Prenawa, I Nengah Naya mengatakan upacara Yadnya ini juga diikuti oleh masyarakat adat yang ada di Kecamatan Melaya, karena sifatnya kolektif.
"Hingga saat ini, peserta dari masyarakat di luar dari manusia prasejarah, untuk mamungkah sebanyak 3, mamukur sebanyak 12 dan ngelungah sebanyak 18," ucapnya.
I Nengah Naya yang juga selaku Bendesa Adat Gilimanuk mengharapkan melalui upacara pengabenan Kusa Prenawa dapat menjadikan wilayah Desa Adat Gilimanuk menjadi bersih baik secara sekala dan Niskala sehingga membawa kebaikkan bagi seluruh masyarakatnya.
"Mudah mudahan dengan prosesi ini desa adat Gilimanuk menjadi aman dan damai," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2308 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan