Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Debat DK PBB, RI Cs Walk Out Saat Israel Pidato Soal Agresi ke Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi walk out atau keluar ruangan rapat kala Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan pernyataan dalam debat terbuka Dewan Keamanan pada Selasa (23/1).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal membenarkan hal tersebut. Ia bahkan mengatakan sejumlah negara lainnya juga turut keluar dari ruangan kala ketua delegasi Israel itu berpidato.
"Menlu Retno dan ketua delegasi sejumlah negara lainnya keluar ruangan saat Watap Israel menyampaikan statemennya," ucap Iqbal melalui pernyataan singkat kepada wartawan pada Kamis (25/1).
Iqbal menuturkan hal itu dilakukan karena delegasi Israel juga keluar ruang rapat saat negara-negara lain, terutama yang mendukung Palestina, berpidato di debat.
"Watap Israel tidak berada di ruangan saat Indonesia dan sejumlah negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyampaikan pernyataan. Sebaliknya, delegasi Indonesia dan sejumlah negara OKI juga tidak berada di ruangan saat Watap Israel menyampaikan pernyataan," ujar Iqbal.
Meski begitu, Iqbal tak menjelaskan siapa saja negara OKI yang hadir dalam debat dan ikut walk out.
Dalam pidatonya, Menlu Retno menegaskan Indonesia menentang keras pernyataan terbaru PM Israel Benjamin Netanyahu yang secara terang-terangan menolak pendirian negara Palestina.
Retno menganggap pernyataan Netanyahu pada 18 Januari itu menunjukkan niat sebenarnya Israel yang ingin memusnahkan Palestina seutuhnya.
"Pada 18 Januari, Perdana Menteri Netanyahu secara terbuka menyatakan dia tidak akan membiarkan negara Palestina ada. Indonesia menolak keras pernyataan tersebut," ucap Retno di Markas PBB">DK PBB di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (23/1).
"Pernyataan (Netanyahu) ini tidak dapat diterima. Hal ini menegaskan tujuan akhir Israel untuk menghapus Palestina dari peta dunia. Akan kah Dewan ini tinggal diam menghadapi niat tersebut?" ujar Retno menambahkan.
Dalam pidato itu, Retno juga menyerukan seluruh negara berhenti memasok senjata ke Israel yang masih melancarkan agresi brutalnya ke Palestina sejak hampir empat bulan terakhir.
Retno mengatakan pasokan senjata ke Israel hanya akan menambah jumlah warga sipil Palestina yang menjadi korban agresi brutal di Jalur Gaza.
"Pertanyaan saya hari ini: berapa banyak resolusi yang telah diadopsi mengenai Palestina? Berapa banyak yang diberlakukan?" ucap Retno.
"Ke manakah Palestina harus pergi ketika, selama berpuluh-puluh tahun ini, Dewan Keamanan PBB gagal bertindak berdasarkan resolusinya sendiri sementara Israel membunuh warga Palestina tanpa mendapat hukuman? Tidak ada negara yang berada di atas hukum," paparnya menambahkan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan