Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Ira Wibowo Turunkan Berat Badan 10 Kg Demi Peran Bunda di Dilan 1983
beritabali.com/cnnindonesia.com/Ira Wibowo Turunkan Berat Badan 10 Kg Demi Peran Bunda di Dilan 1983
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ira Wibowo kembali terlibat dalam film prekuel Dilan 1983: Wo Ai Ni. Ia bersiap comeback menjadi ibu Dilan yang akrab disapa Bunda atau Bundahara.
Namun, peran Ira kali ini berbeda dibanding rilisan terdahulu. Ia dituntut memerankan karakter Bunda versi lebih muda karena film itu berlatar sekitar 7 tahun sebelum Dilan 1990 (2018).
Kondisi itu mendorong Ira untuk mempersiapkan penampilan yang lebih muda. Fajar Bustomi, sang sutradara, bahkan meminta aktris itu menurunkan berat badan demi karakter bunda versi muda.
"Memang ini prekuel. Waktu [trilogi Dilan] itu saja umurnya berapa, sekarang mundur. Aku makin tua, tapi perannya makin muda," ujar Ira Wibowo dalam konferensi pers Dilan 1983 di Kantor Falcon Pictures, Jakarta, Sabtu (27/1).
"Jadi, ketemu Fajar juga waktu itu, 'Mbak Ira boleh ya kurusin lagi? Karena masih muda banget, nih,'" lanjutnya.
Permintaan itu pun dipenuhi Ira Wibowo. Ia mengungkapkan Fajar Bustomi memintanya menurunkan turun berat badan sekitar 1,5 tahun lalu.
Ira kemudian diberi tahu sang sutradara agar berat badannya turun hingga 10 kilogram.
"Persiapan cukup lama. Ketemu Mas Fajar mungkin 1,5 tahun yang lalu. Waktu itu bilangnya [turun] 10 kilogram," ujar Ira.
"Oke, siap. Kasih waktu, akhirnya Alhamdulillah berhasil," lanjutnya.
Persiapan lain juga dilakukan Ira bersama deretan pemeran Dilan 1983: Wo Ai Ni. Beberapa persiapan itu berkaitan dengan gaya busana dan penampilan setiap karakter.
Sebab, mereka akan memerankan karakter berlatar 1980-an. Ira mengatakan tren dan gaya penampilan pada masa itu memiliki nuansa yang khas, termasuk untuk karakter Bunda.
Proses pencarian tampilan visual para karakter itu pun menghabiskan waktu yang lama, dari proses riset hingga diskusi.
"Kita juga coba cari, agak lama kali ini proses untuk menemukan look yang pas untuk Bunda di tahun 1983 itu kami bekerja keras," ujar Ira.
"Memang khas banget tahun 1980-an, bagaimana penampilan anak-anak maupun yang dewasa pada masa itu khas banget. Jadi, butuh pencarian yang agak lama," lanjutnya.
Fajar Bustomi kembali dipercaya menjadi sutradara untuk Dilan 1983: Wo Ai Ni. Ia akan mengarahkan film itu dari skenario garapan Pidi Baiq dan Alim Sudio.
Namun, berbeda dari film-film sebelumnya, Pidi Baiq belum resmi menerbitkan novel Dilan 1983: Wo Ai Ni secara terbuka. Novel itu baru menjadi referensi film dan akan diterbitkan menjelang perilisan film Dilan 1983: Wo Ai Ni.
Proyek Dilan 1983: Wo Ai Ni akan segera memasuki masa produksi, dengan jadwal syuting mulai pekan depan. Namun, belum ada informasi resmi terkait jadwal perilisan film tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan