Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Pelajar Tanpa Helm dan Knalpot Brong di Sukawati Jadi Sasaran Razia Polisi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Jajaran Polsek Sukawati menggelar razia di depan pintu masuk SMAN 1 Sukawati Selasa (30/1/2024) pukul 07.00-07.45 WITA. Yang dijaring adalah pelajar naik motor tanpa helm dan mengendarai motor berknalpot brong.
Kapolsek Sukawati Kompol Johni Eka Cahyadi bersama Kanit lantas Polsek Sukawati berserta jajaran, menyatakan tindakan untuk memberikan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
"Kegiatan bersama Kanit Binmas, Panit II Binmas Polsek Sukawati dan Bhabinkamtibmas Desa Batuan Aipda I Ketut Darmayasa berkolaborasi dengan guru kesiswaan melaksanakan razia knalpot racing dan penertiban helm terhadap anak-anak sekolah," jelasnya.
Pelajar yang kedapatan melanggar langsung diberikan pembinaan di tempat. Selanjutnya, karena kegiatan berkolaborasi dengan guru, maka siswa yang melanggar diserahkan kepada guru untuk selanjutnya dilakukan pembinaan.
"Kegiatan dan penertiban helm berjalan dengan aman dan tertib serta situasi aman dan kondusif," ungkap dia.
Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan itu untuk membentuk karakter disiplin bagi siswa. "Upaya ini sudah lama ingin dilakukan, baru terlaksana kolaborasi ini," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun