Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Titik Terang Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pembicaraan mengenai usulan gencatan senjata Israel dengan kelompok Hamas, disebut membuahkan hasil positif.
Pembicaraan yang juga termasuk kesepakatan pertukaran tahanan di Israel dan sandera di Gaza, melibatkan pejabat Amerika Serikat, Mesir, Qatar dan Israel.
Pejabat Gedung Putih menyatakan pembicaraan mengenai kesepakatan tersebut bersifat "konstruktif," demikian dikutip New Arab.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga menyampaikan kemajuan kesepakatan tersebut.
"Pekerjaan yang sangat penting dan produktif telah dilakukan. Dan ada harapan nyata ke depan," kata Blinken, dikutip The Guardian, Senin (29/1).
Kesepakatan tersebut kini tengah diajukan ke pemimpin Hamas.
"Hamas harus membuat keputusan sendiri. Saya hanya bisa memberi tahu Anda bahwa ada keselarasan yang baik dan kuat di antara negara yang terlibat sehingga ini adalah proposal yang bagus dan kuat," ujar Blinken.
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani juga menyampaikan komentar serupa.
"Kita berada dalam keadaan yang lebih baik dibandingkan beberapa pekan lalu," ujar Al Thani.
Usulan gencatan senjata terbaru ini mencakup jeda pertempuran selama 45 hari dan pembebasan 35 sandera Israel barter dengan 4.000 tahanan Palestina.
Israel selama ini menentang gencatan senjata permanen dan gigih ingin memusnahkan Hamas.
Hamas sementara itu, menegaskan ingin agresi berakhir selamanya dan penarikan pasukan Israel dari Palestina.
Mereka juga disebut-sebut tak akan puas dengan kesepakatan jeda pertempuran.
Pada Senin, kelompok tersebut juga mengatakan Israel harus menghentikan serangan dan menarik diri dari Gaza sebelum pertukaran tahanan dilakukan.
Melihat respons Hamas, sumber diplomatik Israel mengatakan "kesepakatan komprehensif akan tercapai jika Hamas membatalkan tuntutan akhiri pertempuran."
Hingga kini agresi Israel ke Palestina telah berlangsung nyaris empat bulan, setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu.
Berbulan-bulan genosida Israel menyebabkan nyaris 27 ribu warga sipil di Gaza tewas, di mana sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2503 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun