Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
China Turun Tangan Buat Korsel-Korut Akur Lagi Usai Dipanasi AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
China mulai turun tangan untuk membuat dua negara yang musuhan, Korea Selatan dan Korea Utara akur lagi.
Beijing menegaskan akan konsisten mendukung kemajuan hubungan dua negara Korea di tengah tensi yang kembali meningkat usai dipanasi Amerika Serikat dan negara sekutunya.
Korut memutuskan ogah berkompromi dengan Korsel sejak negara itu dipimpin Presiden Yoon Suk Yeol dari partai konservatif.
Yoon sendiri menerapkan kebijakan yang tak lagi bersahabat dengan Pyongyang, seperti dikutip dari Radio Free Asia (RFA).
Pemimpin Korut Kim Jong Un pun membalas sikap Korut dengan melakukan serangkaian tes rudal balistik dan senjata nuklir. Kim juga menyatakan bahwa Korsel sebagai "negara musuh" utama Korut.
China melalui juru bicara Menteri Luar Negeri Wang Wenbin mengatakan Beijing terus mencermati situasi di semenanjung Korea.
Wenbin mengatakan bahwa Beijing selalu mendukung Korut dan Korsel untuk meningkatkan hubungan kedua negara.
"Situasi di Semenanjung Korea menjadi seperti sekarang karena suatu alasan. Tensi di Semenanjung tidak memberikan keuntungan bersama dari pihak terkait," tutur Wang.
"Pihak-pihak terkait harus bekerja sesuai tujuan yang sama, tetap ke arah penyelesaian politik dan secara bersama menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung," kata Wang.
Penegasan Wang mengemuka beberapa hari setelah pemerintah Korsel mengafirmasi kembali posisi negara itu untuk menghormati prinsip Satu China.
Di bawah prinsip ini, Partai Komunis China memastikan kedaulatan atas wilayah Taiwan.
Duta Besar Korsel untuk China Chung Jaeho juga menegaskan mendukung prinsip Satu China terkait Taiwan.
"Pemerintah kami akan melanjutkan mendorong kerja sama dengan Taiwan di sejumlah bidang berdasarkan prinsip menghargai 'Satu China'," kata Chung pada Jumat pekan lalu.
"Kami berharap perdamaian dan stabilitas akan tetap terjaga di Taiwan dan hubungan di antara-Selat bisa tercipta secara damai," ungkap Chung.
Semenanjung Korea kembali memanas sejak akhir tahun lalu setelah Korut menyatakan siap perang lawan Korsel dan AS. Kim Jong Un murka lantaran AS mengajak Jepang dan Korsel melakukan latihan militer besar-besaran termasuk simulasi pencegahan nuklir di Laut Timur.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5981 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan