Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Dua Bom Meledak di Pakistan Sehari Jelang Pemilu, 30 0rang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ledakan bom menghancurkan dua kantor politik di Pakistan pada Rabu (7/2), satu hari jelang pemilu di sana. Aksi teror ini menewaskan sedikitnya 30 orang.
Pemerintah setempat mengungkaan, ledakan pertama mengguncang kantor kampanye pemilihan calon independen di Pishin di wilayah Balochistan yang bermasalah, menewaskan 18 orang dan melukai sedikitnya 30 orang.
Kurang dari satu jam kemudian terjadi ledakan keras di kantor pemilihan partai ultra-konservatif Jamiat Ulema-e-Islam (JUI-F) di daerah Qilla Saifullah, juga di Balochistan. Sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
"Situasinya tegang dan kami memindahkan korban luka ke rumah sakit di ibu kota provinsi, Quetta, melalui helikopter. Ledakannya dahsyat," kata Yasir Khan Bazai, wakil komisaris setempat mengutip The Guardian.
Meski demikian, hingga kini belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Demonstrasi JUI-F telah diserang tahun lalu dalam dua serangan bunuh diri yang dilakukan oleh ISIS, yang menargetkan partai tersebut karena afiliasinya dengan Taliban.
Pengeboman ini terjadi meskipun puluhan ribu polisi dan pasukan paramiliter dikerahkan di seluruh Pakistan untuk menjamin perdamaian selama pemilu setelah meningkatnya serangan militan baru-baru ini di negara tersebut, khususnya di Balochistan.
Situasi keamanan menjadi sangat berbahaya di wilayah tersebut sehingga KPU mempertimbangkan untuk menunda pemilu di provinsi tersebut.
Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) yang dilarang, yang telah lama memerangi pemberontakan separatis di wilayah tersebut, juga berada di balik serangan terhadap pasukan keamanan di Balochistan, yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran.
BLA telah memperingatkan masyarakat agar tidak memberikan suara pada pemilu hari Kamis dan meminta mereka untuk memboikot pemilu tersebut.
Pada tanggal 30 Januari, kelompok militan separatis Balochistan menyerang fasilitas keamanan di distrik Mach Balochistan, menewaskan enam orang.
Lebih dari dua lusin serangan telah dilakukan di Balochistan dalam seminggu terakhir saja. Menteri Dalam Negeri sementara Balochistan, Muhammad Zubair Jamali, mengatakan bahwa hampir 80% dari 5.028 TPS di provinsi tersebut dinyatakan "sensitif".
Jan Achakzai, menteri informasi provinsi, mengatakan layanan internet akan dihentikan di sekitar TPS sensitif sebelum pemungutan suara pada hari Kamis, tetapi menambahkan bahwa pemilu akan tetap dilaksanakan "dengan segala cara".
Achakzai berkata, "Ada kekhawatiran bahwa teroris mungkin mengeksploitasi platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan saluran serupa lainnya untuk tujuan komunikasi."
Nawaz Sharif, pemimpin partai PML-N dan dianggap sebagai kandidat terdepan dalam pemilu hari Kamis, mengutuk ledakan tersebut. "Serangan teroris pengecut yang terjadi beberapa jam sebelum pemilu tidak dapat menyurutkan semangat kami," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan