Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Hamas Peringatkan Israel Soal Rencana Serbu Rafah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemimpin Hamas di Gaza memperingatkan bahwa operasi pasukan militer Israel di Rafah dapat menyebabkan jatuhnya puluhan ribu korban jiwa di kota tersebut. Sebab, Hamas menilai Rafah merupakan tempat perlindungan terakhir bagi pengungsi Palestina.
Rafah telah penuh sesak dengan pengungsi Gaza. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya merencanakan militernya untuk menyerang Rafah.
Netanyahu mengatakan kepada para pejabat militer dan keamanan Israel pada Jumat (9/2) malam setempat untuk menyerahkan kepada kabinet rencana gabungan untuk mengevakuasi penduduk dan menghancurkan batalyon Hamas di selatan kota.
Janji Netanyahu mengenai rute yang aman ditanggapi dengan skeptis, karena orang-orang yang melarikan diri dari zona pertempuran sebelumnya tetap diserang oleh militer Israel.
Seperti The New Arab, Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan militer apa pun akan menimbulkan dampak bencana yang dapat menyebabkan puluhan ribu orang mati syahid dan terluka jika Rafah diserbu.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pihaknya tidak mendukung serangan darat di Rafah. AS juga memperingatkan bahwa, jika tidak direncanakan dengan baik, operasi semacam itu berisiko menimbulkan bencana.
Bombardir brutal Israel ke Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 28 orang sejak 7 Oktober 2023, di mana mayoritas korban adala perempuan dan anak-anak.
Sebelumnya, Militer Israel mengklaim pada Sabtu (10/2) bahwa mereka telah menemukan terowongan Hamas di bawah markas besar badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Kota Gaza.
UNRWA menjawab bahwa pihaknya tidak beroperasi dari pangkalan tersebut sejak 12 Oktober lalu, dan menyerukan penyelidikan independen.
Hamas sebelumnya membantah klaim Israel bahwa mereka telah menggali jaringan terowongan yang luas di bawah sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil lainnya untuk menutupi aktivitas mereka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan